Modifikasi Motor

Yamaha Vixion Roda Tiga Untuk Bikers Istimewa

Ainto Harry Budiawan    •    Rabu, 25 Oct 2017 11:09 WIB
modifikasi motor
Yamaha Vixion Roda Tiga Untuk Bikers Istimewa
Kondisi fisik tak sempurna tak menyurutkan hasrat berkendara Heru. MTVN/ A. Harry Budiawan

Metrotvnews.com, Jakarta: Saat acara Jambore Vixion dalam rangka perayaan satu dekade Vixion di Gunung Geulis, Bogor, kami menemukan motor sport 150 cc itu yang dimodifikasi jadi roda tiga. Motor ini punya sepasang roda belakang.

Motor milik Heru Zairudin itu dimodifikasi menggunakan tiga kaki lantaran Heru merupakan bikers istimewa. Kecelakaan parah pada 1998 membuat kakinya lumpuh, namun semangat ala bikers-nya tak pernah padam.

Motor rakitan 2013 ini pun dimodifikasi khusus agar dirinya tetap bisa berkendara. "Untuk penuhi hasrat riding, sekaligus untuk mencari kesibukan," katanya saat ditemui Metrotvnews.com.

Proses modifikasi dipercayakan Heru kepada sebuah bengkel di Cempaka Putih, Jakarta Pusat. "Saya dapat rekomendasi dari teman, lalu saya survei, hasil kerjanya bagus," kenang Heru.

Dari pengamatan, ubahan terbesar di motor ini ada dibagian roda belakang. Sepasang pelek aftermarket digunakan dengan tetap mengusung transfer daya model rantai, yang terhubung pada as roda.

Lengan ayun juga dimodifikasi dan diperkuat, untuk menahan dua buah roda. "As dan lengan ayun pernah patah, ya namanya modifikasi, dan waktu itu saya pakai jarak jauh juga ke Bali untuk kegiatan turing," ujar anggota New Vixion Brotherhood ini.

Lalu ada penyesuaian sistem rem, ketiga roda dikawal rem cakram dan Heru cukup menarik tuas rem depan yang juga akan mengaktifkan rem belakang. Ini karena area pijakan kaki dibuat khusus dari plat bordes.

Sudah pasti tuas perseneling motor ikut tersingkir karena pijakan kaki kustom ini. Alhasil, untuk perpindahan gigi dilakukan dengan memuntir hand grip bagian kiri, persis seperti Vespa jadul bermesin dua tak yang punya perseneling ditangan kiri.

Seluruh biaya yang dikeluarkan Heru mencapai Rp10 juta untuk membuat motornya seperti saat ini. Kini pria yang berprofesi sebagai atlet disabilitas tenis lapangan itu tetap bisa berkelana kemana pun Ia suka bersama teman-teman komunitasnya.


(UDA)