Modifikasi Mobil

Suzuki Every yang Tak Lagi Imut-Imut

Ahmad Garuda    •    Kamis, 04 Oct 2018 13:03 WIB
modifikasi mobilkontes modifikasi
Suzuki Every yang Tak Lagi Imut-Imut
Suzuki Every yang kini tampil dengan wajah sangar. BAB

Solo: Dimensinya yang mungil namun punya tampang sangar menjadi keunikan tersendiri sang jawara di BlackAuto Battle (BAB) 2018 yang berlangsung di Kota Solo akhir pekan lalu (29/9/2018). Inilah sosok Suzuki Every milik Hans yang berhasil menyabet titel 'The Champ BAB 2018'.

Mobil yang standard-nya punya konsep imut ini, melalui proses modifikasi yang cukup dramatis sehingga sosoknya pun kini sudah berubah total. Bermodal budget rombakan sebesar Rp200 juta, Hans sukses mengoleksi 12 trophy dari berbagai kategori penilaian.  

Bentuk awal Suzuki Every sudah tak lagi nampak, berganti kesan garang dan gagah. Bodi dibuat makin lebar dengan sorot mata tajam berkat aplikasi headlamp milik HiAce yang sudah di custom. Sistem motorized juga ditanamkan pada bagian engine hood, sementara mesinnya berbekal LHI Kit Turbo.

Untuk menambah pesona tampilan Suzuki Every, Hans memoles bodi mobilnya dengan air brush full body memadukan warna atraktif dari Spies Hecker.

Di bagian kaki-kakinya, Hans memilih air suspension VAIR lengkap dengan rem Brembo brake kit 4pot cakram berukuran 360 mm. Paket tersebut tersemat pada Velg Boyds 17 inch with adaptor yang disemprot merah senada dengan warna bodi.

Sementara untuk bagian kabin, sangat mendukung ubahan ekstrim di bagian eksterior dengan mengandalkan permainan warna serta aplikasi berbahan leather di berbagai titik. Bagian-bagian yang cukup jadi perhatian meliputi dasbor, seat, doortrim, steering wheel, plafon, pilar serta audio set-nya.

Terbukti, Best Interior Design dan Best Extrem Audio Design berhasil diraih Hans bersama Suzuki Every miliknya.

"Solo banjir mobil-mobil super dan keren, sebut saja Honda NSX, BMW M4 dan Mitsubishi Evo9. Jenis mobil tersebut tergolong jarang beredar, bahkan di Jakarta sekali pun. Tambah istimewa lagi karena peserta event tersebut juga datang dari Jakarta, Tangerang, Bekasi, Tasikmalaya, Garut, Semarang, Jogjakarta, Surabaya, Tegal dan kota besar lainnya," ujar Pelaksana BAB 2018, Boy Prabowo.

Lantaran konsisten menggelar acara ini, BAB pun dianggap sebagai kompetisi yang tajam dengan metode penilaian ketat, terukur, dan dapat dipertanggung jawabkan. Mereka berpegang pada regulasi berstandard internasional. Sehingga trophy BAB selalu dikejar para modifikator-modifikator andal di Indonesia. Termasuk si mungil berwajah sangar yang satu ini.


(UDA)