Modifikasi Motor

Chopper Garapan Queenlekha, jadi Raja di Surabaya

Ahmad Garuda    •    Sabtu, 11 Nov 2017 23:00 WIB
modifikasi motorkontes modifikasisuryanation motorland
Chopper Garapan Queenlekha, jadi Raja di Surabaya
Traditional Choppers garapan QueenLekha Choppers Jogja keluar jadi yang terbaik di Surabaya. Naikmotor (Gilang Satria)

Surabaya: Garapan yang bersih dan detail yang sempurna, kunci Traditional Chopper berbasis mesin Harley-Davidson Shovelhead V-Twin 1979 ini jadi yang terbaik di Surabaya. Dalam seri terakhir penyelenggaraan Suryanation Motorland (SM) 2017 ini, sukses bakal bertarung memperebutkan titel The Greatest BIke SM.

Namun yang menarik adalah cerita yang melatari kemenangan Traditional Chopper yang digarap Yayack, sang bulder di Queenlekha Choppers Jogja tersebut. Mulai dari pemilihan rangka, hingga jeroan mesin yang mereka piliha untuk mendukung performa terbaik dari mesin berkarakter high torque itu.

"Bagian yang paling menarik adalah di bagian depannya menggunakan sistem suspensi bergaya springer berpadu dengan velg berdiameter 23 inci. Selain itu, semua bagian motor ini kami utamakan detail yang sempurna. Total waktu penggarapan motor ini adalah sekitar 5-6 bulan," ujar sang pemilik, Luthfi Ardika usai meraih titel sebagai Best of The Best Surabaya melalui keterangan resminya.

Namun Luthfi menegaskan bahwa motor ini merupakan motor yang Ia alokasikan khusus untuk keperluan show. Mengingat akan terlalu sayang jika digunakan sebagai motor harian.

"Tapi jika berbicara soal performa, kami selalu melakukan uji coba jalan motor-motor yang sudah jadi hasil garapan kami. Minimal 150 km untuk menguji performa, durabilitas dan juga manuverabiity-nya. Orang yang punya juga sudah melakukan tes langsung sehingga apa yang kami buat ini benar-benar bisa jalan. Tapi kembali lagi, tujuan kami membuat motor ini semata untuk kontes atau pameran," klaim Yayack.

Tentang motor gaya yang Ia gunakan di motor tersebut, Yayack menegaskan bahwa penyesuaian dengan perawakan tubuh Dika adalah hal utama yang Ia pastikan. Sehingga penggarapan motor tersebut, disesuaikan dengan sang empunya.

"80 persen ubahan yang ada di motor ini kami buat sendiri. Meski untuk mesin masih menggunakan punya H-D asli, tapi untuk jeroan mesin sudah kami ganti menjadi motor high performa. Sehingga nyaris semua yang ada di motor ini berubah secara total."

Namun perjuangan Shovelhead yang satu ini belum berakhir. Ia masih akan menjalani adu konsep terbaik dengan raja-raja seri lain untuk memperebutkan titel The Greatest Bike SM 2017. "Doakan semoga motor ini bisa jadi yang terbaik dan mendapat kesempatan untuk show di luar negeri," pungkas Dika.



(UDA)