Modifikasi Mobil

Ambulans Racikan Baze, Paduan Karya Tiga Negara

Ainto Harry Budiawan    •    Jumat, 20 Oct 2017 12:38 WIB
modifikasi mobil
Ambulans Racikan Baze, Paduan Karya Tiga Negara
Advance Ambulance karya Baze berbanderol Rp1,8 miliar. Baze

Metrotvnews.com, Jakarta: Baze sebagai spesialis interior mewah kini juga menggarap mobil ambulans. Karya terkini adalah Advance Ambulans, yang merupakan paduan karya tiga negara, Indonesia, Jerman dan Italia.

Unit mobil menggunakan Mercedes-Benz Sprinter A2 asal Jerman, dengan mesin diesel OM 651 DE 22 LA, 2.143 cc. Output tenaganya mencapai 150 daya kuda, dengan torsi puncak 330 Nm. Dimensi mobil ini 5.910mm x 1.993mm x 2.790mm (PxLxT).

Bari Setiadi, Direktur PT Bahana Selaras (Baze) mengatakan mobil ini jadi standar ambulans di Eropa dan Amerika. Bermodalkan unit ini, Baze yang bermarkas di Bogor ini merancang desain interior dan tata letak kabin belakang yang digunakan untuk pasien.

"Kita menggunakan bahan fiber, dan pemasangan alat-alat kita ikat. Mekanisme pengikatan ada dibalik dinding, jadi lebih rapi. Pengikatan ini untuk antisipasi alat-alat medis jatuh mengenai pasien," katanya.

Ambulans ini juga dilengkapi dengan lemari pendingin, kursi 180 derajat untuk dokter dan tiga kursi lipat. "Jadi ketika evakuasi bencana, pasien yang patah tulang tangan atau cidera tak parah masih bisa ikut, sehingga lebih efisien," terangnya.

Kotak penyimpanan juga banyak, termasuk untuk membawa empat tabung oksigen, yang ambulans umumnya hanya dua tabung. "Lalu kita juga terapkan charger setiap mobil berhenti untuk antisipasi aki tekor, dan penggunaan lampu LED sebagai standar," lanjutnya.

Untuk peralatan medis yang digunakan, merupakan merek Spencer asal Italia. Alat-alat yang terpasang pada mobil ambulans berbanderol Rp1,8 miliar ini terbilang komplit.

Mulai dari alat pacu jantung, pasien monitoring, stetoskop, alat pemantau tekanan darah, head holder, ambujet 1000, foldable stretcher spinal  board, burnkit, alat evakuasi, ventilator, nec loc kit, first aid kit dan sejumlah alat lainnya.

"Dengan alat-alat yang cukup lengkap, pasien darurat bisa mendapatkan pertolongan pertama hingga tiba di rumah sakit," pungkas Bari yang sudah menerima banyak pesanan ambulans ini dari berbagai instansi swasta maupun pemerintah.


(UDA)