Modifikasi Motor

Custom Bike Itu Benda Seni

Ahmad Garuda    •    Senin, 16 Oct 2017 12:37 WIB
modifikasi motor
<i>Custom Bike</i> Itu Benda Seni
Custom bike menurut Lulut Wahyudi (punggawa Kustomfest dan Classic Retro Cycle Yogyakarta) adalah sebuah benda seni. MTVN/Ahmad Garuda

Metrotvnews.com, Yogyakarta: Menciptakan sebuah benda bernilai seni, memang terkadang harus abai terhadap pakem tertentu. Hal itu juga berlaku di dunia custom bike, menciptakan motor yang sesuai dengan konsep yang ingin dicapai, belum tentu harus memenuhi kriteria kendaraan yang pantas buat digunakan sehari-hari di jalan raya.

Hal itu pula yang ditegaskan oleh Direktur Kustomfest, Lulut Wahyudi beberapa waktu lalu. Ia menilai bahwa motor yang masih masuk kategori dibangun ulang dengan konsep berbeda (custom bike) belum tentu cocok untuk digunakan sehari-hari. Lantaran biasanya mereka membangun motor tersebut berdasarkan pakem seni, konsep dan estetika saja.

"Kita terkadang sulit membedakan ini, ini sebenarnya ranah yang sedikit berbeda. Lantaran custom bike itu adalah benda seni. Bagi kami, custom bike itu adalah motor yang layak jalan dan punya semua fungsi berkendara layaknya motor pada umumnya. Tapi kadang kala ada builder yang membangun motor dengan pakem dan konsep yang sangat unik. Sehingga tidak sesuai lagi peruntukannya di jalan raya misalnya. Tapi bukan berarti motor itu tak bisa jalan bukan?" klaim Lulut.

Inilah yang Ia maksud sebagai perbedaan motor yang diperuntukkan di jalan raya dengan motor yang diciptakan dari konsep seni. Seni itu menghalalkan konsep-konsep apa pun untuk membangun sebuah kendaraan. Penentuan kelayakan dari benda seni itu dianggap sebagai sebuah kendaraan bisa melalui pembuktian uji jalan dan bermanuvernya.

Hal ini ditunjukkan Lulut dalam membuat karya-karya uniknya. Salah satu yang paling mutakhir adalah motor tiga roda yang Ia beri nama dengan Ojo Dumeh. Motor tersebut adalah jelmaan sebuah classic chopper dan Porsche classic.

Ia bahkan menciptakan penggerak roda belakang dengan konsep differential yang mengadopsi kontrol traksi sebuah mobil. Jika dibelokkan ke kanan, ban belakang sebelah kiri akan lebih cepat berputar, begitu juga sebaliknya. Sementara mesinnya menggunakan Harley-Davidson 1.200 Buell Evolution.

"Konsep seperti ini lebih dari konsep motor yang layak jalan. Tapi kan kalau harus digunakan harian di jalan raya, rasanya juga tidak pantas. Ya karena itu tadi, bisa saja kita pasangi perangkat berkendara aman seperti kaca spion dan lain-lainnya, tapi itu akan menghilangkan estetika awal dari konsep yang kami bangun," imbuhnya.

Punggawa rumah modifikasi bernama Classic Retro Cycle Yogyakarta itu pun menegaskan bahwa sebaiknya kalau punya konsep untuk membangun sebuah motor, silahkan dituangkan. Selama itu bukan untuk penggunaan harian dan di jalan raya, sah-sah saja membangun motor yang punya bentuk nyeleneh. Terpenting fungsinya bisa digunakan jalan.


(UDA)