Modifikasi Motor

Son of Time, Berbekal Yamaha MT-10 Turbocharged

Ahmad Garuda    •    Selasa, 29 Aug 2017 15:35 WIB
modifikasi motor
Son of Time, Berbekal Yamaha MT-10 Turbocharged
Yamaha MT10 garapan Anthony Partridge ini hasil kolaborasi dengan produsen jam ternama Belanda. AP/Bike Shed

Metrotvnews.com, Inggris: Mengubah pola kinerja mesin karena adanya penambahan komponen seperti turbocharged, adalah hal sulit dilakukan. Mengingat hitungannya harus pas jika tak ingin mengorbankan sisi durabilitas komponen lain atau bahkan tenaga motor itu sendiri.

Hal inilah yang dilakukan Anthony Partridge dalam menelurkan karya-karya terbaik yang Ia ciptakan. Kali ini Yamaha MT-10 yang menjadi korbannya. Ia mengubah si MT jadi sebuah monster bernama 'Son of Time' dengan gaya futuristik. Tapi istimewanya karena motor ini sudah punya sistem turbocharged sendiri yang dipesan langsung dari Australia.

Komponen ini bukanlah bawaan motor, melainkan komponen yang didesain khusus untuk membuat performa motor ini jadi lebih baik. Termasuk untuk putaran awal. Dari data yang mereka rilis, Partridge mengklaim bahwa tenaganya sampai 202 daya kuda yang tersalur ke roda belakang.

Bekerja sama dengan produsen jam ternama asal Belanda, TW Steel, keduanya berkolaborasi membuat sebuah motor yang punya performa terbaik namun juga handal untuk dipakai harian. Mengambil konsep utama dari 'Son of Time', salah satu seri jam tangan produksi TW Steel. Jadi wajar jika ada ikon di bagian suspensi yang menyerupai penunjuk jam.

Sistem turbocharged yang berada di bagian bawah belakang mesin.

Tapi jangan salah kaprah melihat konsep desain nan sangar ini ya. Bukan sekadar tampil macho dan performa tinggi, namun durabilitas komponennya juga cukup baik.

"Saya tahu, Partridge punya ide dan konsep yang selalu di luar dari hal biasanya. Saat ketemu beberapa tahun lalu, Ia membawa motornya dengan konsep unik dan saya berpikir kami harus punya motor dengan konsep kolaborasi terbaik. Kali ini kami pilih konsep kecantikan desain jam dipadu dengan sangarnya performa MT10," klaim owner TW Steel, Auke Possel.

Bagian pertama yang mencirikan sebuah jam atau penunjuk waktu adalah desain penutup suspensi depan dengan livery khas horologis. Desain ini teraplikasikan di atas material full komposit, kecuali girder fork, termasuk desain hidungnya.

Tak ingin ada kesalahan dalam mengaplikasi kelir dan motif khusus di sana, mereka juga menggunakan paint shop ternama di Inggris, yaitu Image Design Custom.

Tentang konsep pemanjangan swing arm, ini dilakukan untuk mengakali tenaga yang terlalu besar. Mengingat tanpa memanjangkan buntut, performanya bisa terlalu liar. Sehingga pengendaranya akan sangat kesulitan untuk mengendarai motor ini.

Meski bisa digunakan untuk harian, namun hasil pembicaraan keduanya, ingin motor tersebut bisa digunakan di ajang balap


(UDA)