Modifikasi Mobil

Mitsubishi Lancer Evoluiton VIII 2004 Khusus Drag Race

M. Bagus Rachmanto    •    Kamis, 30 Nov 2017 14:46 WIB
modifikasi mobil
Mitsubishi Lancer Evoluiton VIII 2004 Khusus Drag Race
Modifikasi mesin Mitsubishi Lancer Evoluiton VIII 2004 khusus untuk kompetisi drag race. Superstreetonline

Australia: Hobi menggeber mobil di trek lurus 400 meter membuat Michael Baghdadi terobsesi punya mobil yang bias berlari kencang. Namun untuk mewujudkan obsesinya itu, ada pekerjaan rumah yang harus Ia selesaikan, yaitu meningkatkan performa mesin Mitsubishi Lancer Evoluiton VIII 2004 tunggangannya.

Hal itu Ia lakukan agar bisa menandingi kemampuan mobil bermesin V8 di kompetisi Motive DVD Drag Battle, yang biasanya rutin diadakan di landasan pacu Cootamundra Airfield, Australia. 

Cara Michael menaikkan performa mesin 2.0 L 4G63 bawaan pabrikan adalah dengan menambahkan turbocharger bersama pemasangan Nitto stroker kit, forged billet steel crank, Manley rods, hingga merubah piston CP untuk penggunaan kompresi tinggi.

Alhasil, mesin standar 2.0 L yang semula bertenaga 400 daya kuda, kapasitasnya berhasil terdongkrak menjadi 2.2 L, dan tenaganya naik menjadi 950 daya kuda - 1.000 daya kuda. Bahkan kalim Michael, tenaga yang dihasilkan di roda bisa mencapai 1.150 daya kuda, dalam beberapa kali pengujian yang Ia lakukan.

Tak ketinggalan ukuran katup/valve yang diperbesar hingga 1mm. Untuk menyupali kebutuhan bahan bakar yang lebih banyak dan cepat, tangki bensin ikut dirubah dan dibuat khusus. Termasuk memasang billet Plazaman intake manifold dan Haltech ECU.

Untuk mendukung percepatan perpindahan gigi yang lebih baik, Michael merubah ukuran gear dengan yang lebih besar, kemudian dikawinkan dengan five-speed Samsonas sequential transmission bersama pemasangan plat kopling ganda NPC. 

"Persaingan di Coota sangat kuat, tapi itu tidak membuat saya mundur. Saya malah ingin menunjukkan kemampuan  serta bersaing dengan mengeluarkan seluruh kemampuan terbaik. Tujuannya untuk mencatatkan waktu tercepat di bawah 8 detik dalam jarak 400 meter." 


(UDA)