Modifikasi Motor

Ogah Main Chopper, Gibran Pilih Cafe Racer

Pythag Kurniati    •    Selasa, 17 Apr 2018 18:22 WIB
modifikasi motor
Ogah Main Chopper, Gibran Pilih Cafe Racer
Cafe Racer milik Gibran yang digarap ulang untuk kemudian dipajang di IIMS 2018. MI/Widjajadi

Solo: Gibran Rakabuming, ternyata tidak mau kalah dengan bapaknya, Presiden Joko Widodo yang memiliki hobi mengkoleksi motor klasik dan lawas. Kalau sang ayah baru-baru ini sering menggeber motor kesayangannya Chopper untuk touring, maka bapak dari si kecil Jan Ethes ini lebih memilih memodifikasi Honda CB 125 jap style miliknya untuk dipajang menjadi gaya cafe racer.

Suami Selvi Ananda ini mempercayakan modifikasi motor lawasnya kepada Eko Sutanto (28), pemilik bengkel Rich Richie Ride and Garage (R3G) di kampung Mojosongo, Jebres, Solo. Perkenalan keduanya unik, yakni lewat medsos Instagram. Kala pertama kali terjadi obrolan, Gibran bertanya dan mengkomentari soal motor yang dipamerkan di Indonesia International Motor Show ( IIMS) Tahun 2016.

Dari obrolan lewat medsos itulah, akhirnya Gibran terarik dan mempercayakan motor Honda CB lawas miliknya yang sudah mati, untuk dimodifikasi. "Ya kami bertemu dan ngobrol lewat medsos Instagram. Lalu ada kecocokan pembicaraan, dan kemudian berlanjut lewat Whatsapp pada November silam. Maka mulailah pesanan Mas Gribran saya kerjakan," tukas Eko Sutanto kepada Media Indonesia, Selasa (17/4/2018), di bengkel motor antiknya di kawasan Mojosongo.

Dia memaparkan, Cafe Racer milik Gibran dimodifikasi di bengkel R3G dengan mengusung konsep vintage. Motor buatan Jepang tahun 1970-an itu dicat biru muda dengan desain full fairing dengan tambahan gambar angka pilihan, yakni 69.

Eko menambahkan, proses modifikasi motor CB 125 ini membutuhkan waktu tiga bulan . Waktu yang cukup lama ini, dikarenakan beberapa bagian dibuat sendiri alias handmade, seperti tangki dan fairing yang dibuat dari pelat setebal 1,2 mm.

"Namun untuk bagian lain, seperti suspensi dan velg, merupakan barang after market. Jelas semua upgrade, kecuali rangka dan mesinnya yang tetap sama dengan STNK," imbuh bujangan alumnus Fakultas Sastra UNS itu dengan senyum ramah.

Eko menolak umbar harga yang dipatok dalam proses modifikasi motor lawas milik bos kuliner martabak Markobar itu. Dia hanya menegaskan, Gibran sangat teliti dan terus berdiskusi untuk memantapkan desain yang dipilih atas motor lawas yang sudah mati mesin itu.

Ketika hendak memodifikasi motor Honda CB 125 itu, Gibran menegaskan bahwa barang klasik miliknya itu bukan untuk dipergunakan di jalanan, namun lebih akan difungsikan untuk pemanis di cafe miliknya. Dan ia melihat cafe racer yang diingini ayah Jan Ethes itu paling tepat jika digunakan sebagai pajangan.

Sepeda motor bergaya cafe racer milik Gibran sejak kemarin dimasukkan lagi ke bengel R3G untuk dibenahi, karena Eko menginginkan untuk dipamerkan dalam IIMS 2018 di Jakarta. "Mas Gibran setuju, karena itu kita benahi sekali lagi, catnya diperbarui, dan akan kita bawa ke pameran IIMS 2018 Jakarta. Malam ini (Selasa,17/4), motor sudah siap dibawa ke Jakarta," tandas Eko. (WJ)


(UDA)