Honda Riset Perilaku Berkendara Motor Listrik

   •    Jumat, 02 Sep 2016 15:45 WIB
honda motor
Honda Riset Perilaku Berkendara Motor Listrik
Dijen Pehubungan Darat Kemenhub, Pudji Hartanto melakukan pengujian langsung di halaman Kemenhub. MTVN/Ahmad Garuda

Metrotvnews.com, Jakarta: Arah perkembangan teknologi otomotif nasional, memang terkesan ragu-ragu dengan target nol emisi. Namun Honda melalui lembaga pemerintahan yaitu Kementerian Perhubungan dan Universitas Indonesia, mulai intens melakukan studi pasar kelayakan sebuah motor nol emisi.

Bertempat di kantor Kementerian Perhubungan pada Jumat (2/9/2016), Honda membuka acara uji coba perilaku berkendara‎ sepeda motor listrik. Mereka menyiapkan 2 unit EV Neo yang memiliki tenaga setara motor 50 cc. Tentu tujuannya tak lain untuk mengukur, sejauh mana masyarakat Indonesia membutuhkan motor listrik yang teknologinya cukup jauh ke depan.

"Pertama kali mendengar program ini, rasanya memang sesuai dengan tujuan jangka panjang pemerintah. Regulasi sebenarnya sudah ada, tapi untuk risetnya di lapangan masih terus berjalan. Untuk itu kami menyiapkan 20 orang yang siap melakukan uji coba perilaku berkendara mereka saat menggunakan motor listrik," papar Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kemenhub RI, Pudji Hartanto saat meresmikan sesi uji coba secara resmi tersebut di kantor Kemenhub.

Hal ini, lanjut Pudji, sangat penting. Karena motor listrik itu karakternya berbeda dengan motor bensin. Motor listrik tidak mengeluarkan suara dan ringan, sehingga cukup riskan bagi mereka yang hanya mendengarkan pendengaran saja. "Dari sini nantinya baru di analisa hasilnya, apakah masyarakat kita memang sudah siap dengan teknologi seperti ini."

Uji coba perilaku berkendara dengan sepeda motor listrik ini bakal berlangsung dari September hingga Oktober mendatang. Honda juga akan melibatkan para pengguna sepeda motor di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi (Jabodetabek). Metode uji coba dilakukan melalui pengamatan dan pengalaman perilaku berkendara dengan sepeda motor listrik Honda EV Neo yang disediakan sepanjang program berlangsung.

Direktur Pemasaran PT Astra Honda Motor (AHM), Margono Tanuwijaya mengatakan, mereka ingin tahu lebih banyak perspektif masyarakat yang sering beraktifitas. Makanya motor listrik yang mereka boyong yang kapasitas tenanganya kecil.

“Dari sini kami ingin masuk ke teknologi yang lebih advance. Yaitu teknologi ramah lingkungan nol emisi. Sebenarnya ada beberapa tipe motor listrik yang kami punya, tapi tidak semudah itu memasarkannya di Indonesia. Makanya kami sekaligus riset pasar dengan cara uji coba perilaku berkendara motor listrik kepada masyarakat, institusi pemerintahan hingga sekolah tinggi. Kedepan kami berharap dapat bersama-sama menyuguhkan solusi mobilitas yang terbaik untuk masyarakat di masa mendatang.”

Untuk mendukung keberhasilan program ini, Honda EV Neo juga dilengkapi alat pemantau posisi kendaraaan berupa GPS Tracker.


(UDA)