Safety Riding

Shell Getol Edukasi Berkendara Aman Buat Pelajar

Ekawan Raharja    •    Rabu, 15 Nov 2017 12:37 WIB
shell
Shell Getol Edukasi Berkendara Aman Buat Pelajar
Shell Road Safety Coaching Clinic menyasar pelajar yang ada di Indonesia. Shell Indonesia

Jakarta: Marak program edukasi berkendara untuk remaja usia belia, sekarang jadi tujuan utama program safety riding. Mengingat mereka inilah yang nantinya membawa perilaku baik di jalan raya. Hal ini pula yang disadari Shell sehingga membuat kampanye Road Safety Coaching Clinic untuk pelajar.

Kali ini giliran berbagai Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di DKI Jakarta yang mendapatkan edukasi mengenai keselamatan berkendara di jalan sebagai kelanjutan program yang ada sebelumnya pada Agustus - Oktober 2017.

Tujuan pelaksanaan edukasi khusus mengenai tata cara berkendara aman ini adalah meningkatkan pengetahuan dan kesadaran berkendara/berlalu lintas yang benar untuk generasi muda, khususnya kalangan pelajar. Mereka akan mendapatkan materi keselamatan berlalu lintas dari Indonesia Defensive Driving Center (IDDC).

"Melalui program Shell Road Safety Coaching Clinic, kami ingin turut berperan aktif membangun budaya tertib berlalu lintas dan membantu menekan jumlah angka kematian akibat kecelakaan lalu lintas khususnya di kalangan pelajar dan remaja. Kami yakin disiplin sebagai pengguna jalan yang mematuhi peraturan lalu lintas merupakan kunci keselamatan yang wajib dipenuhi oleh semua orang," ujar Presiden Direktur dan Country Chairman PT Shell Indonesia, Darwin Silalahi, melalui keterangan resminya.

Program edukasi ini sengaja menyasar para remaja karena mereka yang paling banyak mengalami kecelakaan lalu lintas. Menurut hasil studi World Health Organization (WHO) tahun 2015, kecelakaan lalu lintas menjadi penyebab nomor satu kematian di usia 15-29 tahun. Setiap tahun 1.250.000 kematian terjadi akibat kecelakaan lalu lintas. Fakta ini didukung dengan data dari Kepolisian Republik Indonesia yang menyatakan bahwa angka kecelakaan lalu lintas paling banyak dialami oleh remaja dalam rentang usia 15-25 tahun.

Dalam kesempatan ini, perusahaan energi dan minyak itu mengajak SMK-SMK di lima wilayah DKI Jakarta, dan setiap wilayah berisikan 5 SMK. Total terdapat 800 siswa yang mendapatkan materi mengenai keselamatan berkendara tersebut.

Setelah mendapatkan materi, para siswa juga mendapatkan kesempatan untuk melakukan praktek di area yang sudah disiapkan. Tidak cuma sampai disitu saja, para generasi langgas ini juga diberikan kuesioner untuk mengenai sejauh mana pemahaman mereka terhadap keselamatan di jalan raya.


(UDA)