Custom Bike

Kontes Custom Bike Bakal Makin Meriah di Paruh Kedua 2017

Ahmad Garuda    •    Rabu, 28 Jun 2017 14:23 WIB
custom bike
Kontes <i>Custom Bike</i> Bakal Makin Meriah di Paruh Kedua 2017
Event custom bike di paruh kedua 2017 bakal makin meriah. MTVN/Ahmad Garuda

Metrotvnews.com, Jakarta: Event kontes custom bike atau motor-motor kustom, tahun ini semakin menggeliat. Sebelumnya event kustom kultur yang dihelat dalam event Kustomfest semakin ramai, disusul oleh kontes custom bike yang lahir dengan nama Suryanation Motorland.

Jika Kustomfest hanya dihelat sekali dalam setahun dan hanya berlangsung di Yogyakarta, berbeda dengan Suryanation Motorland. Mereka menggelarnya di beberapa kota dan terdapat sesi final battle di akhir tahun nantinya. Lalu bagaimana dengan perjalanan event kontes custom bike tahun ini?

Menurut Brand Manager Surya, Ari Kusumo Wibowo bahwa paruh kedua tahun ini mereka bakal memberikan penyajian event yang lebih berkelas dunia. Mengingat standar yang mereka berlakukan saat ini sudah cukup bagus. Tinggal memperbaiki nanti di semester kedua.

"Tahun ini kami sudah sangat puas dengan penyelenggaraan event custom bike yang telah berlangsung di tiga kota besar di Indonesia. Ke depannya kami sudah melakukan pertemuan untuk membuat penyelenggaraan event-event custom bike seperti ini lebih baik. Termasuk mengurangi hal-hal yang tidak sesuai dengan apa yang kami inginkan dan menambahkan item-item yang masih perlu ditambahkan," klaim Ari di markas Royal Enfield beberapa waktu lalu.

Tentang format baru penyelenggaraan event yang mereka maksud, masih dirahasiakan. Namun jelas mereka sudah mempertimbangkan dengan matang, hal-hal apa saja yang menjadi kekurangan saat ini.

Tak akan berbeda dengan event Suryanation Motorland, Kustomfest yang sudah beberapa tahun eksis, juga selalu mengangkat tema yang unik dari tahun ke tahun. Terutama soal konten lokal, agar nantinya bisa dilombakan international dan konsep seperti itu hanya ada dari Indonesia.

"Ini penting, mengingat kita harus tetap membudayakan cara membangun sebuah kendaraan berdasarkan passion yang kita punyai di Indonesia. Negara kita adalah negara yang kaya akan konsep budaya, jadi rasanya tidak ada alasan untuk tidak memaksimalkan budaya lokal saat akan membangun sebuah motor," pungkas punggawa Retro Classic Cycle Yogyakarta, Lulut Wahyudi.
(UDA)