Safety Riding

Queenrides Emansipasi Perempuan Lewat Safety Riding

M. Bagus Rachmanto    •    Senin, 11 Dec 2017 10:26 WIB
safety riding
Queenrides Emansipasi Perempuan Lewat <i>Safety Riding</i>
Kecelakaan kaum pengendara wanita menjadi isu penting pemerintah. medcom.id/M. Bagus Rachmanto

Jakarta: Emansipasi wanita tidak hanya memberikan kesetaraan bagi kaum hawa, tapi juga kemandirian bagi mereka berkendara. Salah satu contohnya adalah Pemerintah Arab Saudi yang memperbolehkan wanita untuk mengemudikan mobil. 

Jika berbicara tentang berkendara di Indonesia, saat ini yang isu penting dan menjadi perhatian pmerintah adalah pengendara sepeda motor kaum wanita. Menurut data Korp Lalu Lintas Polri (Korlantas), pertumbuhan angka kecelakaan dalam lima tahun terakhir meningkat 80 persen. 

Bahkan institusi itu merinci, setiap harinya terjadi sekitar 74 orang meninggal di jalan raya. Dari jumlah itu diperkirakan kecelakaan yang melibatkan kaum wanita sekitar 49,5 persen. Hasil survei yang dilakukan Queenrides pada 1.200 pengendara wanita, sekitar 80 persennya banyak menggunakan kendaraan untuk menyokong keluarga dan bekerja.

Atas dasar itu Founder komunitas Queenrides, Iim Fahima, menggelar kampanye keselamatan guna mengedukasi kaum wanita untuk berkendara dengan aman. Kampanye bertajuk 'New Year, New Attitude' pun digelar di Graha XL Kawasan Mega Kuningan, Jakarta Pusat, dan hadiri ratusan wanita dari berbagai kalangan. 

Menarik, kampaye sfaety riding ini dihadiri langsung oleh Direktorak Jenderal (Dirjen) Kementerian Perhubungan RI (Kemenhub), Budi Setiadi, Korlantas Polri, Kombes Rudi dan perwakilan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPA). 

Budi Setiadi menyampaikan, kecelakaan menjadi isu penting pemerintah saat ini, dan pihaknya telah menyiapkan lima pilar yang akan digarap oleh pemerintah dari budaya tentang paham keselamatan. 

"Kelima pilar tersebut adalah manajemen berkeselamatan yang akan ditangani oleh Bapenas, Kendaraan berkeselamatan/laik jalan oleh Kemenhub, orang yang berkeselamatan oleh Korlantas, jalan yang berkeselamatan oleh KemenPU dan pasca terjadinya kecelakaan oleh Kemenkes," jelas Budi kepada medcom.id di Jakarta, Minggu (10/12/2017). 

Sementara menurut Rudi, kecelakaan pengendara wanita meningkat, akibat dari perilaku kurang menjaga keselamatan. "Salah satu yang dilakukan Polri saat ini adalah memproduksi SIM yg harus berkompetensi dalam artian mempersiapkan pemohon SIM agar secara fisik dan psikologi."

Sebagai bagian dari kampanye safety riding Queenrides, di 2018 nanti pihaknya menargetkan jangkaun yang lebih luas dan menyasar pengendara muda wanita melalui program Road To Succes dan pemilihan Queenriders of The Year 2018. Sementara program yang selama ini sudah dijalankan dan menyasar ibu rumah tangga yakni, Ngopi Cantik Queenrides.


(UDA)