Dakar Rally 2018

Membaca Navigasi Road Book, Pereli Wajib Cerdas Bernalar

Ahmad Garuda    •    Jumat, 12 Jan 2018 18:49 WIB
dakar rally
Membaca Navigasi Road Book, Pereli Wajib Cerdas Bernalar
Membaca road book di ajang rally cross country, wajib bagi para pereli. AFP

Jakarta: Regulator event Dakar Rally (DR) 2018 sudah menegaskan tentang larangan penggunaan global position system (GPS) elektronik seperti dari ponsel atau GPS manual. Mereka hanya boleh memakai road book yang sudah diberikan kepada masing-masing peserta. Penggunaannya pun cukup unik, karena pereli wajib pandai bernalar mensinkronkannya dengan kondisi nyata.

Sebenarnya road book ini merupakan sistem navigasi lengkap untuk balap rally. Lantaran sudah dilengkapi dengan petunjuk arah, kemudian pencapaian kecepatan, titik garis bujur dan lintang, hingga tantangan yang terdapat di sepanjang jalur yang dilalui.

Salam membaca road book bisa berakibat fatal (AFP)

Namun ada satu hal yang membuat peserta bisa lebih cepat atau lebih lambat, lantaran mereka harus menalar kondisi yang digambarkan di road book tersebut. Misalnya di penunjuk titik poin ini, ada tantangan berupa jalan berliku, di sebelah kanan terdapat kubangan yang cukup dalam dan sebelah kiri terdapat jurang.

Di bagian kanan road book biasanya ada perintah untuk tetap berada di jalur tengah atau menyusuri pinggiran. Jika ada catatan yang ingin dibubuhkan para peserta agar perjalanan mereka lebih akurat, maka bisa dilakukan di kotak bagian tengah atau kanan.

Mempelajari road book jadi hal wajib saat momentum rehat (Twonav)

"Membaca navigasi road book atau tulip yang biasanya ada logo-logo seperti tulang ikan, sebenarnya lebih akurat ketimbang membaca navigasi GPS elektronik seperti dari gadget. Karena di road book tulip ini, semua kondisi medan terbaca. Tinggal pesertanya saja yang pintar-pintar mengarahkan jalur yang dipilih agar bisa lebih cepat dari peserta lainnya," jelas pereli kategori motor, Kadek Ramayadi kepada medcom.id yang sering berlaga di Asia Cross Country Rally (AXCR).

Tentang road book tulip ini, semuanya sudah sesuai dengan standar yang digunakan FIM atau FIA dalam ajang balap rally lintas negara. Bahkan untuk Dakar Rally pun menggunakan sistem yang sama. Hanya kondisi yang berbeda seperti cuaca atau dingin, tingkat altitude, hingga spesifikasi teknis kendaraan

Road book juga sudah tersedia dalam bentuk aplikasi di gawai (youtube)

"Sistem navigasi ini juga digunakan di Dakar Rally. Kuncinya pereli yang ingin tampil dengan catatan waktu yang cepat, pasti harus mempelajari road book dan memberikan catatan-catatan penting untuk beberapa spot. Lebih gampangnya, usai balapan saya rehat sejenak, lalu malamnya, saya mulai mengisi road book sekaligus mempelajarinya agar tidak kewalahan lagi keesokan harinya."

Sebelumnya para peserta Dakar Rally masih bisa menggunakan sistem GPS bantuan (Rallynavigator)

Biasanya tim-tim balap, menandemkannya dengan GPS elektronik sebagai penunjuk posisi jika seorang pereli tersesat cukup jauh dari jalur. Namun dengan rute yang lebih terarah dan pengawalan yang lebih ketat, penyelenggara Dakar Rally optimis peserta yang tersesat takkan banyak dan juga takkan jauh-jauh dari rute.

Di kategori mobil pun pembacaan road book oleh navigator masih bisa salah dan mengakibatkan salah ambil jalur (rallycrosscountry)

Di kategori mobil, Team Peugeot Total sempat memprotes penggunaan road book saja di ajang ini. Namun regulator, tetap melarang penggunaan GPS elektronik ataupun manual selain road book.


(UDA)