Dugaan Kartel Harga

KPPU Gali Data Proses Bisnis Sepeda Motor dari TVS

Ekawan Raharja    •    Kamis, 06 Oct 2016 16:12 WIB
kartel harga motor
KPPU Gali Data Proses Bisnis Sepeda Motor dari TVS
TVS hadir sebagai saksi di persidangan KPPU sebagai saksi untuk dugaan kartel harga motor Honda dan Yamaha. MTVN/Ekawan Raharja

Metrotvnews.com, Jakarta: Komisi Pengawasan Persaingan Usaha (KPPU) kembali menggelar sidang dugaan kartel Honda dan Yamaha. Kali ini KPPU menghadirkan TVS untuk menggali data proses bisnis yang mereka pahami di industri sepeda motor nasional.

Ketua Majelis Komisi, Tresna Priyana Soemardi, menjelaskan bahwa sidang kali ini menghadirkan TVS dengan status saksi. Presiden Direktur PT TVS Motor Company Indonesia (TMCI), V Thiyagarajan, pun memenuhi undangan tersebut untuk membeberkan proses bisnis sebuah sepeda motor.

"Agenda sidang kali ini ingin mengetahui gambaran tentang perusahaan sepeda motor menjalankan roda bisnisnya," terangnya saat pembukaan sidang di Kantor KPPU Rabu (6/10/2016).

Seperti yang diketahui, TVS Indonesia memiliki produk skuter matik TVS Dazz. Produk ini termasuk kompetitor Yamaha Mio dan Honda BeAT. Sebelumnya, kedua rivalnya dari Jepang itu diduga terlibat kartel harga.

Sidang lanjutkan perkara nomor 04/KPPU-I/2016 dengan agenda menghadirkan TVS, seyogyanya dilakukan pada Senin (3/10/2016). Namun saat itu sidang dibatalkan karena penerjemah yang dibawa TVS belum memiliki sertifikasi juru bahasa tersumpah.

Baik Yamaha ataupun Honda, diduga melanggar pasal 5 ayat (1) Undang-Undang Nomor 5 tahun 1999, tentang larangan praktik monopoli dan persaingan tidak sehat. Dugaan kartel ini ditujukan untuk penjualan jenis skutik 110 cc-125 cc, lebih tepatnya untuk model Honda Beat dan Yamaha Mio.


(UDA)