Test Ride

Berkendara Santai ala Kawasaki W175

Ainto Harry Budiawan    •    Senin, 04 Dec 2017 13:20 WIB
kawasaki
Berkendara Santai ala Kawasaki W175
Kawasaki W175 dirakit secara lokal di Indonesia. MTVN/ A. Harry Budiawan

Jakarta: Kawasaki Indonesia selalu punya cara berbeda untuk segmentasi sepeda motor yang bakal mereka sasar, mereka bisa melihat celah pasar kecil, tapi punya potensi luar biasa. Salah satunya adalah dengan menghadirkan W175, motor sport bergenre klasik.

Di pasaran, jelas W175 tak ada lawan, motor ini pun layak jadi pilihan untuk mereka yang ingin nostalgia dengan mengendarai motor klasik, namun keluaran terbaru.

Kami pun menjajal motor ini beberapa waktu lalu di kawasan Sentul, Bogor. Seperti apa impresinya? Simak terus artikel ini sampai habis.

Bicara desain, motor ini mengusung lekuk keluarga W Series, dengan lampu bulat, tangki tear drop dan jok ala roti tawar nan tebal dan empuk. Suspensi belakang ganda, pelek jari-jari menguatkan kesan klasik.

Duduk di atasnya terbilang nyaman untuk rider berpostur 172 cm, posisi tangan membuka lebar dan santai. Pijakan kaki terasa pas, begitu pula dengan jok yang menopang tubuh dengan proporsional.

Langsung pijat tombol starter dan suara mesin 177cc, SOHC karburator terdengar halus. Akselerasi W175 terbilang responsif, putaran bawah hingga menengah tenaganya ngisi terus.

Dengan posisi riding santai, membelah jalanan khas perbukitan Sentul terasa nikmat. Apalagi jika dilakukan bersama-sama dengan kawan pengguna W175 lainnya.

Kendala untuk yang suka ngebut, karena motor ini paling nyaman dikendarai pada kecepatan maksimal 80 km/jam. Jika dipaksa lebih, mesin terasa bergetar. Memang motor ini cocok untuk jalan santai.

Redaman suspensi teleskopik ukuran 30mm di depan terbilang lembut. Dengan jarak travel 110mm mampu meredam guncangan dengan baik. Sedangkan belakang, suspensi ganda yang bisa diatur preloadnya hingga lima titik.

Sebagai motor klasik, W175 minim fitur kekinian yang biasanya ada dimotor terbaru. Misalnya tak ada lampu LED, lalu panel instrumen model analog dan hanya spidometer saja. Pengabutan bahan bakar pun masih karburator.

Selain konsumen reguler, KMI juga melirik potensi dunia kustom lewat W175 ini. Soal harga, W175 berbanderol Rp29,8 juta untuk model standar, dan Rp30,8 juta untuk Special Edition.



(UDA)