World Supersport 300

Hasil Race WSSP300 Aragon dan Assen Dibatalkan

Ahmad Garuda    •    Senin, 23 Apr 2018 18:04 WIB
balap motorpembalap nasionalimanuel pratna
Hasil Race WSSP300 Aragon dan Assen Dibatalkan
Hasil balap World Supersport 300 dua seri pertama dibatalkan direksi balap karena adanya protes soal akal-akalan regulasi. WSBK

Assen: Kabar mengejutkan datang dari dunia balap World Supersport 300 (WSSP300) 2018. Pihak penyelenggara balap dalam hal ini direksi balap WSSP300, membatalkan hasil balap dua seri pertama. Hal itu terjadi karena mayoritas tim-tim balap memprotes adanya kecurangan teknis.

Terdapat enam tim balap yang protes terhadap regulasi yang berlaku di sana. Protes yang mereka layangkan sama, yaitu terhadap article 3.4 pasal 2.7.9.1 K tentang teknis rev limiter, ECU dan quickshifter. Dalam regulasi tersebut, disebutkan bahwa semua komponen atau bahkan perangkat lunak harus melalui homologasi FIM/DWO baru layak untuk digunakan.

Regulasi yang cukup panjang dibahas tersebut, dicurigai oleh beberapa tim (mayoritas tim Yamaha), banyak dilanggar oleh Kawasaki dan KTM. Kini, direksi balap WSSP300 akan melakukan investigasi masalah yang berkaitan dengan aduan yang masuk.

Mereka akan mempelajari lebih lanjut tentang analisis data yang dianggap tak adil dan akan melakukan sharing data tentang pelanggaran yang ada (jika terbukti benar). Semua tim pun diharapkan membagi semua data dan bisa terlihat oleh semua tim. Ini akan berlaku untuk rev limiter, quickshifter dan detail sistem ECU yang melalui tahap homologasi.

Sekadar informasi, tahun lalu, ketika Kawasaki masih memasok Ninja 300, pertarungan di kelas ini masih terlihat imbang. Baik KTM 390, Kawasaki Ninja 300 dan Yamaha R3, masih terlihat alot bertarung dari seri ke seri. Namun tahun ini, setelah NInja 300 tak lagi dijual di Eropa dan tim-tim balap menggunakan NInja 400, perbedaan performa terlihat sangat tajam dengan Yamaha

Bahkan KTM dengan mesin 390 pun mampu memanfaatkan performa terbaiknya dengan menjadi pemenang di dua seri pertama. Dari hasil balapan di dua seri tersebut, perbedaan performa motor jika dikomparasikan untuk satu lap, selisihnya bisa mencapai di atas 5 detik.

"Kecepatan dan power motor mereka jauh lebih baik dari pada motor yang kami gunakan. Kami ini seperti pembalap fun race yang bretarung dengan pembalap pro. Makanya mayoritas tim-tim balap di ajang ini menganggap bahwa ajang balap tersebut tahun ini tak adil dari sisi regulasi," ungkap Imanuel Putra Pratna, pembalap tim Terra e Moto asal DKI Jakarta.

Jika terbukti banyak yang mengambil keuntungan atas tim-tim lain atau curang, maka poin di kedua seri pertama bisa dianulir. Jika itu terjadi, maka tim-tim balap akan mengawali perhelatan balap ini dari awal lagi atau sistem poin dari nol.


(UDA)