Test Ride

Jajal Yamaha Lexi, Bodi Gambot Performa Nurut dan Nyaman

Ainto Harry Budiawan    •    Rabu, 18 Apr 2018 13:20 WIB
yamaha
Jajal Yamaha Lexi, Bodi Gambot Performa Nurut dan Nyaman
Yamaha Lexi tawarkan kenyamanan berkendara sehari-hari. Medcom/ A. Harry Budiawan

Jakarta: Melengkapi keluarga Maxi Yamaha, PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM) mengenalkan Lexi pada Januari 2018 silam. Dan kemarin, 17 April 2018 Yamaha mengumumkan harga jual skuter tersebut.

Sebagai kasta terendah dan menyasar segmen menengah-bawah, Lexi dibekali dengan mesin paling kecil, 125 cc saja. Lalu meski terlihat gambot khas Maxi Yamaha, nyatanya bobot Lexi sangat ringan.

Kami merasakannya saat menjajal skuter ini di sirkuit Sentul, Karting, Bogor. Nah supaya Anda juga bisa merasakan apa yang kami rasa, simak ulasannya baik-baik di artikel ini.

Desain
Mengusung konsep smart & sexy, skutik ini tampil dengan desain elegan dan premium. Desainnya pun menyesuaikan kebutuhan target konsumen mereka, seperti dek yang rata, beda dengan Maxi Yamaha lain yang terpisah dan jadi posisi tangki bahan bakar.

Lampu depannya besar, dengan LED ganda dan LED tunggal di tengah untuk lampu jauh. Terdapat garis warna biru untuk menguatkan kesan elegan. Posisi lampu sein berada di bagian atas mengapit windshield.

Mengarah ke belakang, desain bodi berkesan kalem dengan satu garis melengkung dari tengah menuju bagian atas lampu belakang. Lampu belakang sendiri bentuknya melebar mirip punya Mio J dengan bohlam biasa, tak begitu istimewa.

Dimensi
Bentuknya gambot dengan ukuran 1.970 mm x 720 mm x 1.135 mm (PxLxT), sumbu roda 1.350 mm. Tangki bahan bakarnya 4,2 liter yang berada di bawah jok dan bobotnya paling ringan dari antara keluarga Maxi Yamaha, cuma 112kg dan 113kg (Lexi S).

Fitur dan Teknologi
Untuk varian Standar, dilengkapi bagasi besar, ban tubeless, rem cakram, panel meter full digital, lampu LED, parking brake lock, lampu hazard, hingga power socket.

Untuk Lexi S, punya seluruh kelengkapan dari versi Standar tapi ketambahan sokbreker belakang dengan model tabung, smart key system (keyless). Tinggal disesuaikan kebutuhan konsumen saja.

Untuk mesin, Lexi mengusung mesin berbasis Aerox 155 jadi sudah dilengkapi dengan smart motor generator, stop start system, variable valve actuation, diasil cylinder dan forged piston serta pendinginan mesin pakai cairan.

Riding Position
Dengan tinggi jok 785mm dan ground clearance 133mm, duduk di atas Lexi terbilang nyaman. Posisi setang lebar dan agak rendah, dek luas dengan kaki bisa agak selonjoran, sayang pandangan kearah panel meter agak terhalang pantulan saat siang hari.

Untuk rider berpostur 173 cm, kaki menapak sempurna meski agak mengangkang. Seorang jurnalis wanita dengan postur 162 cm mengaku masih bisa menjejak, meski agak jinjit. Jok yang lebar dan panjang mmapu menopang tubuh dengan baik.

Performa Berkendara
Kesan yang didapat pertama kali adalah bobotnya ringan, kebetulan unit tes yang tersedia adalah Lexi S. Skutik ini mudah dikendalikan, melibas tiap sudut sirkuit dengan mudah, tapi jika terlalu miring, maka standar samping dan cover dek bawah sebelah kanan akan menggasak aspal.

Posisi duduk Lexi agak tinggi, sehingga pandangan depan luas. Ukuran ban yang 90/90-14 dan 100/90-14 membuat percaya diri melibas permukaan sirkuit yang penuh tambalan semen. Jok yang lebar dan panjang akan membuat nyaman penggunanya.

Soal mesin, kami tak bisa merasakan maksimal karena dikawal dan dibatasi kecepatannya. Tapi respon mesin menurut kami cukup, tak terlalu wah namun power merata berkat hadirnya fitur VVA. Tapi dengan bobot yang jauh lebih ringan (113kg vs 127kg), Lexi diklaim punya akselerasi setara Nmax.

Harga
Yamaha melabeli Lexi Standar dengan nominal Rp19,95 juta, tak sampai Rp20 juta sesuai janji mereka, tapi bedanya cuma Rp50 ribu, tipis. Lalu Lexi S ada diangka Rp22,8 juta on the road Jakarta.

Dilihat dari harga jualnya, angka ini lebih mahal dari kompetitor Honda Vario 125 yang keluar model barunya Senin, 16 April 2018 kemarin, dan dilabeli harga Rp19,2 juta dan Rp19,9 juta.


(UDA)