Balap Motor

Indoclub Championship, Wadahi Pehobi Balap Ragam Kelas

Ahmad Garuda    •    Kamis, 08 Mar 2018 19:49 WIB
klub motorbalap motor
Indoclub Championship, Wadahi Pehobi Balap Ragam Kelas
Indoclub Championship 2018 hadirkan balapan yang lebih seru di musim ini. medcom.id/Ahmad Garuda

Jakarta: Ajang balap motor nasional, kini lebih mengarah ke penjenjangan balap yang terstruktur. Namun ternyata balap tak sekadar karir profesional saja. Mengingat komunitas dan klub motor pun, ternyata banyak yang hobi adu kebut di lintasan.

Hal inilah yang kemudian dibaca oleh penyelenggara Indoclub Championship, Club D Motorsport bekerja sama dengan Padepokan Cornering. Mereka melihat balap dengan ragam kelas yang kini sudah jarang disediakan penyelenggara balap dengan fokus penjenjangan, masih sangat menarik.

Terbukti, balap motor 2-tak masih menjadi sajian utama di kelas ini. Keistimewaannya mereka justru tetap melakukan pembinaan yang jelas, terutama regulasi alokasi peserta yang sesuai dengan kemampuannya.

"Konsep besar kami adalah membuka kelas balap yang murah namun dengan persaingan yang tetap ketat dan seru. Misanya kelas Super Pro (RX-King) dan Undebone Bebek 2-tak s/d 125 cc yang merupakan primadonanya. Ini jadi bukti komitmen kami untuk mewadahi para penggemar balap nasional," klaim Event Director Indoclub Championship, Deny Wajong di J-Sky Ferris Wheel d AEON Mall Jakarta Garden City, Cakung, Jakarta Timur pada Kamis (8/3/2018).

Totalnya akan dilangsungkan 18 kelas balap dalam empat seri di Karting Sentul, Jawa Tengah, Jawa Barat lalu kembali lagi di Karting Sentul sebagai finalnya. "Untuk seri selain Sentul, sedang kami finalisasi dan akan segera kami rilis informasi lengkapnya."

Bagian yang sangat menarik adalah hadiah motor akan menanti di setiap putaran di kelas utama. Sehingga ini akan membuat setiap peserta selalu memberikan yang terbaik di setiap putarannya.

Meski levelnya jadi club event, namun mereka tak main-main soal regulasi balap yang mereka tetapkan. Termasuk para peserta yang bisa jadi pembalapnya. Tentunya untuk tim balap yang memberlakukan sistem jockey (pembalap pro yang mereka sewa), takkan masuk ke dalam nominasi. Mengingat ini adalah wadah murni untuk komunitas.

Sementara aturan baku soal jalannya lomba, sistem poin, akan mengacu terhadap regulasi balap motor yang dikeluarkan Ikatan Motor Indonesia Pusat.


(UDA)