Industri Otomotif

Motor Listrik di Indonesia Tanpa Insentif Fiskal

Ainto Harry Budiawan    •    Kamis, 02 Nov 2017 19:54 WIB
motor listrik
Motor Listrik di Indonesia Tanpa Insentif Fiskal
Motor listrik jadi topik seksi saat ini di Indonesia. MTVN/ A. Harry Budiawan

Metrotvnews.com, Jakarta: Geliat motor listrik di Indonesia semakin menarik, setelah ada Zero Motorcycle dari Garansindo, lalu Viar Q1 yang sudah menjualnya, GESITS, kini Yamaha mulai menunjukkan ketertarikannya ikut meramaikan pasar motor ramah lingkungan.

Yamaha mulai melakukan tes pasar dan akan menjual motor listriknya, jika dianggap sudah sesuai untuk Indonesia. Dirjen Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi dan Elektronik, Kemeterian Perindustrian I Gusti Putu Suryawirawan merespon positif hal ini.

Namun Putu mengatakan akan ada perbedaan insentif yang diberikan. Menurutnya industri roda dua tak perlu insentif fiskal karena partisipasi pihak swasta di industri roda dua begitu masif dan pasarnya besar, namun pihaknya akan memberikan insentif non fiskal.

"Insentif tersebut seperti pengujian untuk standarisasi yang perlu dilakukan agar kendaraan yang luas penggunannya ini dapat digunakan dengan aman dan nyaman," katanya di Elite Club, Kuningan, Jakarta kemarin, 1 November 2017.

Putu mengatakan pihaknya sedang mengkaji standarisasi bersama dengan Badan Standarisasi Nasional, Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia, yang salah satunya soal baterai.

"Eropa sudah punya standar tersebut, standar internasional ini yang perlu kita adopsi dan sesuaikan," sambungnya. Pemerintah sendiri sudah punya road map, pada tahun 2025 penjualan kendaraan listrik mencapai 25 persen dari jumlah kendaraan yang terjual.


(UDA)