Kawasaki Prihatin Yamaha dan Honda di Vonis Kasus Kartel

Ekawan Raharja    •    Sabtu, 04 Mar 2017 17:10 WIB
kartel harga motor
Kawasaki Prihatin Yamaha dan Honda di Vonis Kasus Kartel
Yamaha dan Honda di vonis KPPU melanggar undang-undang mengenai praktik monopoli dan persaingan usaha tidak sehat. Honda

Metrotvnews.com, Jakarta: Komisi Pengawasa Persaingan Usaha (KPPU) memutuskan Yamaha dan Honda terlibat kasus kartel. Tentu saja putusan ini menarik banyak perhatian, khususnya sesama anggota Asosisasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI).

Deputy Head Sales & Marketing Division PT Kawasaki Motor Indonesia, Michael Tjandra, menyatakan simpatinya kepada Yamaha dan Honda. Dia juga meyakini bahwa Yamaha dan Honda selama ini bersaing ketat di pasar.

"Kita turut prihatin dengan saudara kita (Yamaha dan Honda) di AISI. Kita tidak melihat ada kartel," ucapnya singkat Jumat (3/3/2017) di Hard Rock Cafe Jakarta.

Ketika disinggung mengenai bisnis Kawasaki di Indonesia, Michael meyakini kasus kartel Yamaha dan Honda tidak berpengaruh. Dia meyakini kasus yang menimpa Yamaha dan Honda tidak memiliki pengaruh positif atau negatif kepada Kawasaki, termasuk di sektor penjualan ataupun investasi.

"Kita tidak main di situ (segmen skuter matik 110-125 cc). Kita merasa tidak dirugikan karena kita tidak main di skuter matik (skutik)," tambahnya.

Dia menjelaskan bahwa Kawasaki saat ini konsisten bermain di segmen sepeda motor sport. Sehingga mereka tidak memiliki produk skutik.

Sebelumnya KPPU memutuskan PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM) dan PT Astra Honda Motor (AHM) terbukti melanggar Pasal 5 Ayat (1) UU 5/1999 tentang praktik monopoli dan persaingan usaha tidak sehat dalam industri skuter matik 110 dan 125 CC di Indonesia.

KPPU memberikan sanksi administratif berupa denda. Kepada Yamaha KPPU menetetapkan denda sebesar Rp 25 miliar, sedangkan kepada Honda KPPU membebankan denda yang harus dibayarkan sebesar Rp 22,5 miliar.


(GUS)