Industri Otomotif

Dealer Ikut Senang, Harley-Davidson Akusisi Ducati

Ekawan Raharja    •    Senin, 10 Jul 2017 08:08 WIB
ducatiharley-davidson
<i>Dealer</i> Ikut Senang, Harley-Davidson Akusisi Ducati
Dealer Anak Elang Harley-Davidson Jakarta di daerah Kelapa Gading. MTVN/Ekawan

Metrotvnews.com, Jakarta: Harley-Davidson Motor Company berencana mengakuisisi kepemilikan saham Ducati dari Volkswagen Group. Langkah strategis ini mendapatkan dukungan dari dealer Harley-Davidson di Indonesia.

Anak Elang Harley-Davidson Jakarta melihat bahwa ini adalah sinyal positif bisnis produsen sepeda motor asal Amerika tersebut. Harley-Davidson tumbuh, tidak hanya dalam industri otomotif dunia, namun juga kekuatan ekonominya.

"Bukan kapasitas saya sebagai dealer untuk membahas Harley-Davidson mengambil alih Ducati. Namun sebagai dealer saya senang, berarti bisnis yang saya pilih tidak salah. Pertanda Harley-Davidson semakin kuat," ucap CEO Anak Elang Harley-Davidson Jakarta, Sahat Manalu, Minggu (9/7/2017) di Sport Stube Jakarta.

Rencana pengambil alihan kepemilihan Harley-Davidson terhadap Ducati juga merupakan hal yang lumrah di dunia bisnis. Sahat berharap ke depannya akan ada sinergi yang menghasilkan hal-hal yang lebih baik lagi.

Di Indonesia saat ini, Ducati dan Harley-Davidson sama-sama sudah hadir di kancah catur otomotif tanah air. Ducati yang berada di bawah Garansindo Group, sedangkan Harley-Davidson berada di bawah Anak Elang Harley-Davidson Jakarta dan Nusantara Harley-Davidson of Jakarta.

"Kebijakan itu berada di tatanan pusat, dealer tidak ada apa-apa. Penjualan juga berbeda, Ducati di bawah Garansindo dan kami akan tetap berjualan Harley-Davidson," tambah Mantan Presiden Harley Owners Group Jakarta Chapter tersebut.

Ditambahkan bahwa hingga saat ini Anak Elang Harley-Davidson Jakarta juga tidak ada komunikasi formal ataupun main mata dengan Garansindo Group. Mereka sama-sama masih mengembangkan bisnisnya masing-masing, mengingat keduanya masih seumuran jagung di Indonesia.

"Kami masih mengandalkan komunitas untuk berjualan. Kami support kegiatan mereka, apalagi komunitas besar karena daya beli mereka bagus," beber Sahat.


(UDA)