Pembiayaan Otomotif

Penjualan Motor Turun, Pembiayaan Justru Naik

Ahmad Garuda    •    Jumat, 29 Sep 2017 20:12 WIB
pembiayaan otomotif
Penjualan Motor Turun, Pembiayaan Justru Naik
Permintaan pembiayaan otomotif mengalami kenaikan meski penjualan motor menurun. MTVN/Ahmad Garuda

Metrotvnews.com, Jakarta: Fakta menarik dalam penjualan otomotif nasional khususnya di segmen kendaraan roda dua atau sepeda motor, adalah turunnya jumlah penjualan. Ini tak lain dipicu oleh kondisi perekonomian memang sempat mengalami gejolak dan juga ragam regulasi yang ditetapkan pemerintah.

Namun perusahaan pembiayaan otomotif, rupanya mengakui bahwa terdapat kenaikan yang cukup signifikan. Penjelasannya pun cukup logis, lantaran mereka yang biasanya mampu membeli secara tunai atau cash, dalam kondisi sulit seperti ini mulai beralih menggunakan jasa pembiayaan atau kredit.

"Kalau dari sisi kami di Bussan Auto Finance, terdapat kenaikan yang cukup signifikan untuk pembiayaan kredit sepeda motor Yamaha. Apalagi beberapa produk yang mereka luncurkan tahun ini memang memberikan minat tinggi untuk memiliki sepeda motor tersebut," klaim Vice President Director PT BAF, Lynn Ramli dalam peluncuran program khusus ulang tahun ke-20 di Cikini, Menteng-Jakarta Pusat (29/9/2017).

Sayangnya, lanjut Lynn, lantaran beberapa kebijakan pemerintah terkhusus untuk pembiayaan dan juga regulasi kendaraan roda dua khusus di Jakarta, menjadi rintangan besar bagi mereka.

"Kami tak menganggap itu sebagai rintangan, tapi kami anggap sebagai tantangan untuk bisa kita lewati. Memang untuk saat ini program pembiayaan terbesar kami masih berasal dari Jakarta. Tapi daerah satelit juga punya peran besar dalam hal permintaan pembiayaan. Makanya kami menggelar program yang menyasar semua kalangan di seluruh Indonesia."

Lynn menambahkan bahwa kenaikan permintaan yang Ia jelaskan di atas bisa dibandingkan di semester pertama tahun lalu (Januari-Juni) dan semester pertama tahun ini. Ia menegaskan bahwa ada tren kenaikan permintaan pembiayaan sebesar 20 persen. Meski tak menyebutkan angka detailnya seperti apa, namun Ia menjelaskan bahwa target yang mereka pancang dengan program terbarunya, masih sekitar 15 persen lagi hingga akhir tahun nanti.

Program yang mereka canangkan kali ini adalah pembelian sepeda motor menggunakan pembiayaan BAF dan kesempatan untuk mendapatkan ragam hadiah menarik, seperti dua mobil, 20 motor, 200 logam mulia hingga 2.000 voucher belanja elektronik @Rp200 ribu.

Fakta tentang pembiayaan otomotif mendominasi 90 persen di BAF, namun mereka tak membatasi program pembiayaan yang berhak ikut undian ini. Mengingat mereka juga punya pembiayaan multiproduk. Jadi kesempatan untuk menang tak harus membeli motor dulu.
(UDA)