Kartel Honda-Yamaha

Dugaan Kartel Honda-Yamaha Makin Tak Terbukti

Ainto Harry Budiawan    •    Selasa, 22 Nov 2016 11:02 WIB
Dugaan Kartel Honda-Yamaha Makin Tak Terbukti
Skutik 110cc jadipasar terbesar pasar motor. MTVN/ M. Bagus Rachmanto

Metrotvnews.com, Jakarta: Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) menuding Honda dan Yamaha melakukan kartel harga motor skutik 110cc. Namun setelah beberapa kali sidang dengan mendengarkan penjelasan saksi, tudingan tersebut makin tak terbukti.

Setiap saksi membeberkan bukti-bukti bahwa dugaan KPPU salah besar. Persaingan sengit di pasar antar kedua merek Jepang tersebut menjadi alasan dugaan kartel tidak benar.

"Kita berkompetisi secara ketat. Jadi tak mungkin bisa koordinasi harga. Kita 'perang' kok. Di lapangan juga perang diskon dari dealer-dealer," papar Marketing Director PT Astra Honda Motor (AHM), Margono Tanuwijaya di sela gelaran Honda Bikers Day 2016, Sabtu (19/11/2016).

Mantan Presiden Director PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM), Yoichiro Kojima datang sebagai saksi dalam sidang terakhir di KPPU pada 16 November. Email Kojima yang dijadikan alat bukti oleh KPPU. Email itu meminta bos Honda untuk berkoordinasi harga motor skutik.

Kojima menolak tuduhan itu. Sebab, email tersebut ditegaskan untuk bawahan Kojima. Pesan disampaikan agar harga motor skutik Yamaha bersaing dengan Honda. Kojima juga meminta maaf kepada AHM karena nama Honda disebut dalam email tersebut.

"Kita sudah yakin kasus ini tidak beralasan. Sudah jelas email antara internal pihak Yamaha. Mantan presiden director Yamaha juga sudah minta maaf," tutup Margono.
(HIL)