Custom Bike Builder

Belajar dari Ironwood Motorcycles, Pentingnya Desain dan Karakter

Ahmad Garuda    •    Kamis, 06 Dec 2018 12:20 WIB
kontes modifikasisuryanation motorlandcustom bike
Belajar dari Ironwood Motorcycles, Pentingnya Desain dan Karakter
ironwood Motorcycles, bengkel custom yang menguatkan sisi industrial, desain dan konsep pengerjaan produk. SML

Belanda: Puas mengikuti ajang Custombike Show 2018, builder Indonesia di bawah Suryanation Motorland (SML) mengunjungi sebuah bengkel builder ternama. Bengkel tersebut adalah Ironwood Motorcycle yang dirintis sejak 2012 oleh sang builder, Arjan van den Boom.

Bengkel yang berlokasi di kota kecil Belanda, Almere, Propinsi Flevoland itu menjadi salah satu pembuat aliran cafe racer, brat style atau bobber. Alirannya kental dengan sentuhan industrial. Uniknya, motor garapan bengkel itu sebagian besar mengandalkan kuda besi lawas produksi Eropa dan Jepang seperti BMW R80, Honda CX 500, Yamaha YJR dan lainnya.

“Kunjungan kali ini kami agendakan untuk berdiskusi mengenai pengembangan bisnis bagi seorang builder. Saat ini karya-karya Ironwood Motorcycles sudah banyak menjadi acuan bagi mereka yang menggemari aliran cafe racer dari seluruh dunia,” ujar SML Committee, Rizky Dwianto dalam rilis resminya.

Ironwood Motorcycles Bicara Soal Desain dan Karakter

“Motor yang kami custom dapat lebih bernilai, diibaratkan mengubah besi tua menjadi emas! Setiap motor yang dibuat harus memiliki desain dan karakter yang unik. Dan tentunya menyesuaikan dengan bujet yang dimiliki oleh pemilik motor,” ujar Arjan.

Untuk setiap motor yang dikerjakan, Ia menargetkan bisa menyelesaikan dalam waktu 2 bulan. Proses pengerjaan motor ini banyak Ia kerjakan sendiri. Alasannya cukup gampang, yaitu karena ia memiliki spesialiasi welding dan melakukan perubahan di rangka. Sedangkan untuk pengerjaan metal shapping body serta pengecatan dikerjakan oleh mitra bisnisnya.

Arjan menambahkan di era digitalisasi ini, banyak membantu dirinya untuk mengembangkan bisnis terutama dengan bantuan media sosial untuk memaksimalkan promosi. Secara rutin dan terjadwal ia akan memposting foto-foto motor garapannya yang sudah selesai dibuat.

“Untuk materi foto yang akan diposting harus terlihat menarik dan artistik sehingga membuat orang-orang tertarik dan penasaran untuk melihat detail dari motornya.” lanjut pria yang hobby tatto ini. Selain itu, foto-foto motor yang sudah dibuatnya akan dikirimkan ke berbagai media online dari beberapa negara yang fokus mengulas modifikasi motor.

“Sebuah pengalaman berharga bisa berdiskusi dengan salah satu selebgram di dunia motor custom. Penjelasan yang diberikan oleh Arjan tadi membuat saya memiliki beberapa ide yang bisa diterapkan untuk membangun sebuah motor dan juga mengembangkan bisnis di dunia roda dua” tambah Rizaldi Parani.


(UDA)