Penjualan Turun, Harley-Davidson Pecat Karyawan

Hilman Haris    •    Rabu, 19 Oct 2016 18:40 WIB
harley-davidson
Penjualan Turun, Harley-Davidson Pecat Karyawan
Penjualan Harley-Davidson menurun hingga 7,1 persen di Amerika Serikat (MANAN VATSYAYANA / AFP)

Metrotvnews.com: Penjualan yang terus menurun membuat Harley-Davidson Inc mengambil tindakan ekstrem. Raksasa roda dua Amerika itu bakal mengurangi karyawan dalam waktu dekat demi menghemat keuangan hingga USD25 juta (Rp324 miliar).

Dari data yang diungkap Reuters, penjualan Harley-Davidson menurun hingga 7,1 persen di Amerika Serikat. Bahkan, industri di AS yang melemah membuat penjualan Harley-Davidson secara global turun 4,5 persen.

"Kami tetap secara efektif mengarahkan perusahaan ke iklim kompetisi dan berharap bisa bertahan dalam tren pelemahan industri di AS," ujar Presiden and Chief Executive Officer Harley-Davidson, Matt Levatich, .

Tidak hanya Harley-Davidson yang bernasib buruk. Faktanya penjualan motor di AS turun 5,6 persen menjadi 279.013 unit sejak awal 2016. Menurut Arun Kumar, konsultan dari AlixPartner, fenomena ini terjadi karena minat mayoritas warga AS menggunakan sepeda motor tidak sebesar seperti dulu. 

"Konsumen di AS condong untuk menabung dan mendapatkan kendaraan yang lebih mewah," kata Kumar.

Kini, laporan dari Harley-Davidson menunjukkan pendapatan mereka terpangkas hingga seperempat. Pendapatan di kantor perwakilan Harley-Davidson di Milwaukee bisa jadi acuan. Di sana  pendapatan hingga pertengahan 2016 hanya USD114,1 juta (Rp 1,4 triliun), turun drastis dibanding periode sama tahun sebelumnya yang sebesar USD140,3 juta.


(HIL)