Livestreaming

Sidang Dugaan Kartel Skutik Hadirkan Saksi Ahli

Ekawan Raharja    •    Selasa, 06 Sep 2016 16:12 WIB
industri otomotif
Sidang Dugaan Kartel Skutik Hadirkan Saksi Ahli
Perwakilan Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI) Gunadhi Sindhuwinata, memberikan kesaksian tentang dugaan kartel skiuter matic Honda dan Yamaha di KPPU. MTVN/Ekawan Raharja

Metrotvnews.com, Jakarta: Kasus dugaan kartel antara PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM) dan PT Astra Honda Motor (AHM) memasuki sidang lanjutan Komisi Pengawasan Persaingan Usaha (KPPU). Sidang kali ini memiliki agenda mendengarkan kesaksian ahli dari Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI).

Sidang ketiga ini menghadirkan Ketua Umum AISI, Gunadi Sindhuwinata, sebagai saksi ahli. Di sini, majelis komisi dan investigator meminta keterangan terkait kondisi industri sepeda motor di Indonesia.

"Sidang kali ini melanjutkan perkara nomor 04/KPPU-I/2016. Agenda kali ini mendengarkan kesaksian saksi ahli," ujar Ketua Majelis Komisi, Tresna S, Selasa (6/9/2016) di Kantor KPPU Jakarta Pusat.

Sidang kali ini dihadiri, Assisten General Manager Marketing PT YIMM, Mohammad Masykur. Sedangkan PT AHM hanya diwakili oleh kuasa hukumnya.

Hingga berita ini diturunkan, sidang masih berlangsung. Investigator dan Majelis Komisi secara bergantian menanyakan kondisi, wewenang, dan kinerja AISI.

Baik Yamaha atau pun Honda, diduga melanggar pasal 5 ayat (1) Undang-Undang Nomor 5 tahun 1999, tentang larangan praktik monopoli dan persaingan tidak sehat. Dugaan kartel ini terkait penjualan jenis skutik 110-125cc, lebih tepatnya untuk model Honda Beat dan Yamaha Mio.

Sebelumnya sidang pertama memiliki agenda mendengarkan hasil pemeriksaan investigator. Sedangkan sidang kedua memiliki agenda mendengarkan penjelasan pihak terlapor. Hal ini sudah dijelaskan secara terbuka oleh Yamaha melalui Vice President YIMM, Dyonisius Beti. Terutama tentang sanggahan melakukan kartel harga, dengan membeberkan detail biaya produksi.

 


(UDA)