Lalu Lintas

Ini yang Dinilai dari Tes Psikologi Pembuatan SIM

Ainto Harry Budiawan    •    Jumat, 22 Jun 2018 09:08 WIB
lalu lintas
Ini yang Dinilai dari Tes Psikologi Pembuatan SIM
Pembuatan SIM kini wajib mengikuti tes psikologi. medcom.id/Ahmad Garuda

Jakarta: Korlantas Polda Metro Jaya sudah memberlakukan uji coba tes psikologi dalam proses pengajuan surat izin mengemudi (SIM). Rencananya tes psikologi akan berlaku resmi pada 25 Juni 2018 mendatang.

Lalu poin apa saja yang dinilai dalam tes psikologi ini?

Pertama adalah kemampuan konsentrasi, mengemudi merupakan aktifitas yang membutuhkan konsentrasi tinggi dan harus fokus. Kedua kecermatan berkendara, dalam memperhitungkan setiap pergerakan kendaraan.

Ketiga pengendalian diri saat mengemudi. Keempat kemampuan menyesuaikan diri, dan terakhir adalah stabilitas emosi. Poin terakhir ini cukup penting, karena banyak kejadian sesama pengendara kerap berkelahi karena diserobot dan sebagainya.

Tes psikologi menjadi salah satu syarat yang harus diikuti saat proses pembuatan SIM baru, perpanjangan SIM maupun peningkatan status SIM. Tes ini akan berlaku diseluruh wilayah hukum Polda Metro Jaya, antara lain Jakarta, Depok dan Tangerang Kota.

Pihak kepolisian menunjuk pihak ketiga sebagai badan penyelenggara tes psikologi ini. "Biaya saya kira tak berbeda jauh dengan tes kesehatan," ungkap Fahri Siregar, Kasie SIM Ditlantas Polda Metro Jaya.

Sebelumnya tes psikologi sudah dilakukan, namun hanya untuk SIM Umum saja. Tes psikologi dilakukan atas dasar hukum Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, serta Pasal 36 Peraturan Kapolri Nomor 9 Tahun 2012 tentang Surat Izin Mengemudi.


(UDA)