Komponen Otomotif

Pemantik Api di Ruang Bakar, Masih Andalkan Material Impor

M. Bagus Rachmanto    •    Jumat, 07 Jul 2017 15:08 WIB
komponen otomotif
Pemantik Api di Ruang Bakar, Masih Andalkan Material Impor
Perayaan 40 tahun NGK Busi Indonesia di industri otomotif nasional.MTVN/M. Bagus Rachmanto

Metrotvnews.com, Jakarta: Sampai saat ini persaingan industri komponen pemantik api di ruang bakar mesin atau yang dikenal dengan busi, memang tidak terlalu besar. Selain tak banyak yang bisa membuat busi berkualitas, juga dibutuhkan peralatan canggih dan material serba impor.

Salah satu contohnya adalah produsen busi di Indonesia yang tergolong besar, yaitu NGK, yang sudah 40 tahun berada mengisi komponen fast moving di industri otomotif nasional. Busi yang asal namanya dari Jepang itu, butuh proses pembuatan yang cukup rumit. Dengan sistem robotik yang juga dipadukan finishing menggunakan proses manual pengerjaan tangan.

"Material busi sebagian masih kami impor dari Jepang. Sisanya sekitar 40 persen itu hanya bagian kemasan yang dibuat sepenuhnya di Indonesia. Alasan pemilihan material impor ini, untuk menjaga kualitas yang sesuai standar NGK dari Jepang," beber Vice President Director, Djaja Joesoef saat berbincang di acara perayaan 40 tahun NGK Busi, di Cirasas, Jakarta Timur, Jumat (7/7/2017).

Djaja melanjutkan bahwa mereka sangat menjaga kualitas. Jika kualitas meleset dari standar yang ditetapkan, maka sulit membuat busi yang sesuai standar mereka. Ini juga akan mempengaruhi proses produksi, misalnya akan banyak busi gagal. Sehingga biaya produksi justru meningkat.

Klaim Djaja, alasan busi NGK dapat bertahan selama 40 tahun mengisi industri otmotif nasional, karena pihaknya dan merek NGK senantiasa menjaga dan hanya berfokus terhadap pembuatan busi yang berkualitas. Untuk itulah pabrikan busi yang bermarkas di Ciracas, Jakarta Timur, tersebut tidak khawatir dengan pemalsuan busi.

"Tidak seperti kompetitior yang juga membuat produk selain busi. Keramik yang digunakan sebagai peredam panas dibuat dengan ramuan khusus."

Saat merayakan 40 tahun kehadirannya di Indonesia, hari ini NGK bagi-bagi busi gratis sebanyak 1.100 pcs kepada pengguna sepeda motor yang melintas di PPKPI Pasar Rebo, GOR Taufik Hidayat dan Kantor Kelurahan Ciracas. Selain itu ada kegiatan CSR, yaitu dengan memberikan sepeda motor sampah kepada lingkungan sekitar dan aksi menanam 1.00 pohon di lingkungan pabrik.

Sebagai infotmasi, biasanya pemalsuan busi dilakukan dengan mengambil elektroda dan keramik busi asli. Sementara untuk kepala dan bagian metal busi, dirakit ulang dengan cara manual. Sehingga harga bisa jual lebih murah. Maka dari itu teliti sebelum membeli.


(UDA)