Regulasi Lalu Lintas

Filipina Keluarkan Larangan Membonceng Anak Kecil

Ainto Harry Budiawan    •    Jumat, 26 May 2017 15:26 WIB
lalu lintas
Filipina Keluarkan Larangan Membonceng Anak Kecil
Larangan membonceng anak untuk mengurangi tingkat kecelakaan di jalan. Shutterstock

Metrotvnews.com: Di negara-negara Asia, kita masih sering melihat anak-anak yang dibonceng menggunakan sepeda motor. Tak jarang pula melihat ibu-ibu yang memboncengkan anaknya di depan, atau di belakang dengan diikat kain sarung.

Tak jarang motor menjadi alat transportasi bagi keluarga. Kedua orangtua berkendara dengan ikut serta membawa anak-anak mereka, sehingga sepeda motor digunakan untuk empat orang, bahkan lebih.

Berbahaya, namun itulah fenomena yang terjadi. Tak hanya di Indonesia, tapi juga negara tetangga Filipina. Terkait hal ini, Filipina rupanya lebih maju dalam hal regulasi safety riding. Pemerintah mereka baru saja mengeluarkan larangan membonceng anak kecil dengan sepeda motor, seperti dituliskan MCN.

Alasannya sederhana, kaki kecil mereka belum mampu menginjak pijakan kaki (footpeg), tangan mereka tak cukup erat untuk memeluk sang pembonceng dari belakang. Bahkan mereka kerap tak menggunakan helm, padahal orangtuanya menggunakan.

Akan ada denda bagi yang kedapatan melanggar. Pelanggar dikenakan denda sebesar 3.000 peso (Rp800 ribuan), lalu meningkat jadi 5.000 peso (Rp1,3 jutaan) jika tertangkap untuk kedua kalinya, dan denda 10.000 peso (Rp2,6 jutaan) jika mash melanggar untuk ketiga kali ditambah larangan berkendara satu bulan. Hukuman terakhir adalah pencabutan SIM.

Departemen transportasi setempat percaya kalau aturan ini akan menyelamatkan penumpang, meski ada yang menyebut aturan ini tak berpihak pada rakyat kecil. Namun pejabat setempat mengatakan bukan tak berpihak, tapi ini demi keselamatan jalan raya.


(UDA)