Pengaturan Lampu

Atur Ketinggian Lampu Sorot, Cegah Silau Pengendara Lain

M. Bagus Rachmanto    •    Rabu, 03 Oct 2018 09:12 WIB
tips knowledge
Atur Ketinggian Lampu Sorot, Cegah Silau Pengendara Lain
Penggunaan lampu yang terlalu terang dapat menganggu pengguna jalan lainnya. Alicdn

Jakarta: Mengemudi dengan keadaan gelap membuat perasaan tidak nyaman akan bahaya. Kondisi ini membuat pengemudi tidak bisa memprediksi apa yang ada di depan. Seberapa jauh jarak jalan ketika ingin melalui tikungan, dan berbagai hal teknis lainnya.

Beberapa orang pun mengakalinya dengan memasang lampu utama LED atau HID. Jarak tembak yang jauh dan lumance yang dikeluarkan melebihi lampu utama bawaan pabrik, memang membuat jalan kendaraan Anda menjadi sangat terang.

Namun ini bisa jadi petaka bagi pengendara yang ada di lawan arah. Hal tersebut dikarenakan sifat cahaya yang keluar dari lampu LED atau aksesoris lampu sorot bersifat padat dan menutup jarak pandang dari awal berlawanan.

Tidak sedikit pengguna jalan yang mengeluhkan kondisi ini. Bahkan mereka menyatakan ketidaksukaan dan tidak nyaman secara terang-terangan melalui sosial media.

Faktanya memang banyak keluhan perihal lampu yang membuat mata menjadi silau ini. Padahal ada peraturan tentang penggunaan lampu pada kendaraan yang tertulis di perautan pemerintah republik Indonesia nomor 55 tahun 2012 tentang kendaraan yang salah satunya, "Titik tertinggi permukaan penyinaran tidak melebihi titik tertinggi permukaan penyinaran dari lampu dekat. dipasang pada ketinggian tidak melebihi lampu standar dan ataupun melebihi ketinggian 800 milimeter."

Saat ini banyak akseoris pendukung untuk kendaraan anda, salah satunya adalah lampu sorot ini. harus ada jiwa sebagai pengendara yang bijak untuk dapat memilih barang yang memang dapat membantu atau dapat membahayakan diri sendiri atau pengendara lain.


(UDA)