Balap Motor

Pemerintah Dukung MotoGP Indonesia di Sentul

   •    Kamis, 19 Apr 2018 07:35 WIB
motogpbalap motor
Pemerintah Dukung MotoGP Indonesia di Sentul
Pemerintah dukung penuh penyelenggaraan MotoGP di Indonesia. Dorna

Jakarta: Rencana Indonesia menjadi tuan rumah ajang balap Moto Grand Prix 2020 kembali digencarkan. Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko menegaskan, Pemerintah mendukung penuh penyelenggaraan MotoGP 2020 yang akan berlangsung di Sirkuit Internasional Sentul, Jawa Barat.

Dalam pertemuan yang dihadiri Menteri Pariwisata Arief Yahya, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basoeki Hadimoeljono, Tinton Suprapto, Ananda Mikola dan jajaran pengelola Sirkuit Sentul Bogor, serta Patrick Tan selaku mitra strategis penyelenggaraan MotoGP di Indonesia, Moeldoko memastikan Pemerintah akan turut andil dalam proses penyelenggaraan ajang balap motor terpopuler tersebut.

“Kita tidak boleh mundur. Maju terus. Pemerintah memberikan dukungan penuh agar MotoGP bisa digelar lagi di Indonesia. Mari bersinergi untuk menjalankan tugas masing-masing,” ujar Moeldoko usai pertemuan yang berlangsung di Gedung Bina Graha Kantor Staf Presiden, Selasa, 18 April 2018.

Sebelumnya, rencana Indonesia menjadi tuan rumah MotoGP telah disuarakan sejak 2016 lalu. Pemerintah bahkan sempat merencanakan membangun sirkuit di Mandalika, Lombok sebagai venue penyelenggaraan.

Namun, rencana pemerintah tak juga berjalan. Bahkan, satu tahun kemudian, Palembang bersedia menjadi tuan rumah MotoGP dengan rencana membangun sirkuit baru di kawasan kompleks olahraga Jakabaring.

Di tahun yang sama, Sirkuit Sentul juga turut mengajukan proposal untuk menjadi tuan rumah MotoGP. Namun, permohonan Sentul tampaknya baru ditanggapi secara serius pada 6 Maret lalu, dimana Presiden Joko Widodo melakukan tinjauan langsung ke Sirkuit Internasional Sentul yang ditindaklanjuti dengan pertemuan yang dihadiri Moeldoko, Tinton, dan Ananda Mikola pada 19 Maret 2018 yang kemudian berlanjut pada pertemuan kemarin.

Menteri Pekerjaan Umum Basoeki Hadimoeljono menyatakan dukungannya untuk pembangunan kesiapan infrastruktur di sekitar lokasi sirkuit.

“Ini adalah proyek swasta murni, tetapi kami siap mendukung jika ada infrastruktur yang terkait untuk kepentingan publik, misalnya jalan, tempat parkir, dan sebagainya,” kata Basoeki.

Keputusan pemerintah menggelar MotoGP juga tidak terlepas dari keuntungan promosi di bidang pariwisata. Menteri Pariwisata Arief Yahya menyatakan, penyelenggaraan MotoGP bisa menyedot sedikitnya 100 ribu wisatawan mancanegara.

“Dengan segala pengeluaran turis di Indonesia selama lima hari event, keuntungan langsungnya bisa mencapai Rp 1 triliun. Sementara itu, dampak tak langsungnya bisa mencapai dua kali lipat dari angka itu, karena MotoGP disiarkan langsung melalui 60 stasiun televisi ke 200 negara di dunia. Nilainya sekitar Rp2 triliun," jelas Arief.

Semnetara itu, Tinton menyatakan, penyelenggaraan kembali MotoGP di Indonesia seperti mimpi yang menjadi kenyataan.

“Moto GP adalah pesta rakyat, yang meskipun dilaksanakan oleh swasta, tapi keuntungan besarnya dirasakan seluruh negeri,” pungkasnya. (Nurul Fadillah)


(UDA)