Perbanyak Sekolah Binaan, Perkecil Selisih Pendidikan dan Industri

   •    Kamis, 01 Sep 2016 15:42 WIB
honda motor
Perbanyak Sekolah Binaan, Perkecil Selisih Pendidikan dan Industri
Honda Jawa Barat tambah sekolah binaan khusus. DAM

Metrotvnews.com, Karawang: Melakukan pembinaan langsung di sekolah-sekolah lanjutan atas, sebagian besar sudah jadi program CSR agen pemegang merek (APM)otomotif nasional. Ini menjadi cara yang paling tepat untuk memperkecil gap atau perbedaan antara dunia industri dan pendidikan.

Seperti yang dilakukan Honda Jawa Barat, mereka menambah 6 Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), untuk membangun dunia pendidikan yang lulusannya siap pakai di industri. Kali ini menyambangi salah satu sekolah di Karawang untuk meresmikan Kurikulum Teknik Sepeda Motor (KTSM) Honda. Penandatangan MoU dilakukan di SMK Lentera Bangsa pada Rabu (31/8/2016).
 
"Kami memilih SMK Lentera Bangsa-Karawang, SMK Rismatek-Karawang, SMK Nurul Ansor-Karawang, SMK Negeri Situraja-Sumedang, SMK Industri Teknologi Nasional-Karawang, dan SMK Ulil Albab Depok-Cirebon, sebagai sekolah binaan khusus. Sekolah-sekolah ini akan langsung mendapatkan program kurikulum setara dengan pendidikan yang diberikan untuk mekanik AHASS (Astra Honda Authorized Service Station) atau Technical Training Level Satu (TTL 1),” beber Manager Technical Development PT Daya Adicipta Motora (DAM), Yudi Heriyadi
 
Bertambahnya 6 SMK di Jawa Barat, kini total 122 SMK yang mengimplementasikan kurikulum TSM tersebut. Mengingat kemajuan dalam industri otomotif, cukup jauh. Jika tidak ada upaya dari industri untuk berbagi dengan dunia pendidikan, maka akan sulit mencari lulusan yang siap pakai. Makanya rata-rata pabrikan berharap agar siswa-siswa lulusan SMK dapat langsung bekerja di jaringan AHASS atau berwirausaha.
 
Lulusannya juga berkesempatan mengikuti proses rekrutmen yang dilakukan DAM dan nantinya akan disebar di jaringan AHASS Jawa Barat. Hingga kini, sebanyak 305 siswa lulusan kurikulum khusus ini telah bekerja di seluruh wilayah operasional mereka.
 
Selain penandatangan MoU, digelar pula pelatihan mengenai keunggulan teknologi sepeda motor Honda untuk siswa-siswa. Tidak ketinggalan kampanye keselamatan berkendara berupa pelatihan safety riding untuk pelajar dan guru.
 
“Materi yang diberikan pada pelatihan safety riding mengenai kesadaran pentingnya keselamatan berkendara dan pengendalian sepeda motor. Dimulai dari persiapan dan postur berkendara serta teknik berbelok dan keseimbangan,” tutup Instruktur Safety Riding DAM, Asep Wawan Hernawan.
(UDA)