Aksesoris Otomotif

Tire Sealant, Cara Lain Jaga Keselamatan Berkendara

Ahmad Garuda    •    Minggu, 16 Jul 2017 18:36 WIB
aksesoris otomotif
<i>Tire Sealant</i>, Cara Lain  Jaga Keselamatan Berkendara
Tire sealant terbukti ampuh menjaga keselamatan berkendara. MTVN/Ahmad Garuda

Metrotvnews.com, Jakarta: Teknologi cairan tire sealant untuk membuat ban kebal terhadap tusukan paku atau semacam ranjau paku di jalanan, semakin berkembang. Bahkan kini dikategoorikan cukup ampuh untuk memberikan rasa aman dan keselamatan saat berkendara.

Memang mayoritas pengguna motor kini semakin teredukasi. Misalnya dengan menggunakan ban tipe tubeless yang masih ampuh untuk menahan kebocoran jika tertusuk paku. Lalu seperti apa peran tire sealant untuk menjaga keselamatan berkendara?

Menurut Marketing Director PT Tetsan - Maju Bersama, Philip Buulolo sebagai produsen tire sealant merek IML, menegaskan bahwa peran tire sealant kini semakin besar. Pasalnya penyebaran ranjau paku di kota-kota besar seperti Jakarta juga semakin luas dan getol dilakukan oknum-oknum tertentu.

Cairan anti bocor banyak jenis dan beda fungsi masing-masing

“Dalam cairan ini terdapat teknologi tubeless yang ketika terkena paku, benda tajam bahkan ranjau paku, cairannya akan menambal dengan cepat dan otomatis. Kalau di IML, kami berani mengatakan bahwa tambalannya permanen seusia ban,” klaim Philip saat memberikan hadiah emas kepada tiga konsumen terpilih dalam program Give Away di Jakarta Fair Kemayoran, Jakarta pada Minggu (16/7/2017).

Penggunaan tire sealant, Philip melanjutkan, membuat para pemotor merasa lebih tenang. Hal ini juga diakui langsung oleh Kristian, pemenang emas 10 gram dari IML. Ia menegaskan bahwa ini menjadi solusinya berkendara di tengah isu ranjau paku yang semakin meresahkan para pemotor atau bikers.

Philip Buulolo bersama tiga pemenang dalam program Give Away IML

Apalagi bagi kaum perempuan yang biasanya jadi sasaran kejahatan, lantaran biasanya yang berprofesi sebagai sales atau pramu niaga, biasa mengakhiri aktifitasnya tengah malam. Alhasil mereka juga sering pulang malam dan saat itu juga mereka biasa jadi korban keusilan para penebar ranjau paku.


(UDA)