Custom Bike

Tren Custom Bike Nasional, Kuncinya Terus Berkarya

Ahmad Garuda    •    Selasa, 14 Nov 2017 08:11 WIB
industri otomotifcustom bike
Tren <i>Custom Bike</i> Nasional, Kuncinya Terus Berkarya
Tren custom bike di Indonesia, tetap harus berkarya untuk mencapai yang namanaya Indonesian Style. Naikmotor (Gilang Satria)

Jakarta: Negara-negara yang punya komunitas builder besar seperti Skandinavia, Amerika hingga Jepang, masing-masing punya ciri khas untuk membanngun sebuah motor. Namun Indonesia yang para builder-nya baru berkembang, masih butuh langkah panjang untuk mempunyai ciri khas sendiri.

Namun menurut Punggawa Classic Retro Cycle Jogja, Lulut Wahyudi, bahwa tren custom bike nasional memang masih cenderung menggunakan konsep dari luar. Belum sampai kepada konsep besar dan ciri khas sendiri yang disebut gaya khas Indonesia.

"Tren custom bike nasional kita tidak bisa memberikan penilaian tersendiri. Tapi orang dari luar negara kitalah yang bisa memberikan penilaian seperti itu. Bahwa inilah gaya custom khas Indonesia. Gaya yang kebanyakan digunakan builder nasional dan menjadi ciri khas sendiri. Tapi untuk sekarang kita belum sampai di level itu," klaim Lulut.

Pria yang juga menjadi juri tetap di acara Suryanation Motorland sejak pertama kali digulirkan 2015 lalu itu, punya asa besar sekaligus jadi slogannya, yaitu terus berkarya adalah jalan terbaik yang bisa dilakukan saat ini.

"Itu adalah yang terbaik untuk membuat industri budaya custom nasional ini semakin tumbuh. Jangan pernah membatasi itu. Salah satu contoh yang cukup gampang adalah, kebanyakan dari kita masih sangat fasih untuk membangun ulang mesin milik Harley-Davidson dan konsep chopper-chopper-an. Tapi ketika membangun konsep yang lain, sangat jauh dari ekspektasi."

Ya itu juga cukup terasa di hasil-hasil karya milik Lulut. Bahkan dengan slogan tersebut Ia sekaligus menantang diri sendiri untuk membuat karya di genre motor lainnya. Sehingga sebagai komitmennya terhadap ide 'tetap berkarya' sudah punya jawaban terlebih dahulu.


(UDA)