Modifikasi Motor

Gentleman Racer, Eksotis dengan Desain Out of The Box

Ainto Harry Budiawan    •    Senin, 19 Sep 2016 15:24 WIB
modifikasi motor
Gentleman Racer, Eksotis dengan Desain <i>Out of The Box</i>
Ada builder Indonesia yang mau coba modifikasi seperti ini? Pipeburn

Metrotvnews.com: Serat karbon jadi bahan eksotis yang kerap dipasang di motor sebagai aksesori pemanis tampilan. Dengan bobot yang relatif ringan dan kuat, menjadikan harga jualnya tinggi. Tapi yang satu ini, lahir dari karya unik builder Belanda, VanderHeide. Mereka mendesain motor dengan konsep sedikit nyeleneh.

Dua bersaudara Rolf dan Sjors van der Heide menggunakan serat karbon untuk bodi motor custom-nya. Keduanya lebih suka jadi pionir, seperti penggunaan sasis monokok, bodi serat karbon, mesin superbike dan sistem suspensi belakang yang nyentrik. Penggunaan serat karbon untuk bodi karena terinspirasi dari supercar.

"Ketika kami memulai lima tahun lalu, Rolf punya dua ide menggunakan serat kabron dan sistem suspensi sendiri. Dan kami menerjemahkannya pada motor bernama Gentleman Racer ini," papar Sjors dituliskan Pipeburn.

Seperti halnya pabrikan motor besar, keduanya membuat sketsa 2D, diikuti model skala kecil menggunakan busa. Kemudian wujud asli menggunakan clay sebelum discan secara 3D.

Dimensinya mencapai dua meter dengan berat 200 kilogram. Bodi monokok mulai dari ujung lampu utama hingga buritan, termasuk tangki bahan bakar yang jadi satu kesatuan, yang mampu mengkombinasikan banyak fungsi.

Serat karbon yang digunakan sama dengan yang digunakan Pagani pada konstruksi Huayra (mobil supercar). Proses penyuntikan resin, pemvakuman serat karbon dilakukan berulang-ulang dengan memperhatikan temperatur, kelembaban, tekanan udara dan variable lainnya.

Yang unik lainnya adalah setting suspensi yang nyeleneh. Suspensi depan dan belakang melintang dari lengan ayun hingga di bagian setang. Kedua peredam kejut menggunakan Ohlins TTX 36.

Mesinnya menggunakan milik Aprilia RSV4, yang mampu hembuskan 230 daya kuda. Kinerja mesin dipantau lewat MoTeC C125 Full Color TFT LCD, dan sistem elektrikal seluruhnya menggunakan Aprilia. Sungguh sebuah karya eksotis nan ekstrim.


(UDA)