Nicky Hayden Meninggal

Nicky Hayden, Jajal Minimoto Hingga Motor MotoGP

Ahmad Garuda    •    Selasa, 23 May 2017 14:48 WIB
pembalap motogpnicky hayden
Nicky Hayden, Jajal Minimoto Hingga Motor MotoGP
Nicky Hayden banyak menjajal beragam motor sejak menjalani karirnya di balap motor. Foto: Istimewa

Metrotvnews.com: Kisah sedih meninggalnya Nicky Hayden pasca mengalami cedera kepala, tulang belakang dan beberapa bagian lainnya, menyisakan kisah sedih. Namun semangatnya jadi pembalap dunia sejak kecil, sudah Ia lakoni. Mulai saat menjajal minimoto hingga motor MotoGP dan balap World Superbike Championship.

Mengenang semangat hidup yang selalu Ia torehkan dalam perjalanan karir balapnya, Hayden dinilai jadi pembalap yang minim keluhan. Ia malah selalu memberikan yang terbaik tanpa banyak mengoceh dan akhirnya meraih beberapa rekor dunia kemenangan di beberapa ajang balap.

Jajal Minimoto
Hayden lahir dari keluarga pembalap. Ayahnya Earl, menjadi orang yang sangat ngotot mengajarinya bagaimana mengendarai motor balap. Ia bahkan sudah mengikuti kompetisi balapan, meski kakinya belum bisa menapak sendiri. Tak heran jika Ia selalu start di grid start belakang karena Ia harus dipegangi oleh keluarganya di grid start.

Hingga usia 16 tahun, Ia masih menjajal ajang balap di beberapa kelas. Termasuk saat menjajal motor 125 cc di kelas junior championship. Ia juga cukup instens mengikuti ajang flat track menggunakan motor spek khusus.

Serius Ikut Kompetisi
Target Hayden untuk ikut ajang balap dunia, berawal di ajang balap AMA Supersport 600 1998 silam. Awal karirnya di tahun itu, Ia menggunakan Suzuki GSX-R750 di tim HyperCycle Suzuki. Namun Ia tak finish dikarenakan masalah teknis. Namun tahun keduanya di ajang yang sama, Ia langsung meraih hasil yang sangat positif.

Pembalap berjuluk Kentucky Kid itu mampu meraih prestasi tertingginya, yaitu menjadi juara termuda di ajang balap tersebut. Ia menggunakan beberapa tipe motor dan berada di tim yang berbeda. Di antaranya Honda CBR600F3, CBR600F4 dan Suzuki GSX-R600. Namun khusus untuk kompetisi meraih titel juara di AMA Supersport 600, Ia mengandalkan Honda.

Tahun berikutnya Ia mulai ikut di kelas AMA Superbike dan sanggup meraih hasil terbaik pada 2002, kemenangan ini jugalah yang membuka jalannya ke ajang balap dunia yang lebih tinggi, yaitu kelas balap MotoGP.

Saat menggamankan titel juara dunia di MotoGP

Jajal Motor Prototipe MotoGP
Masuk ke ajang balap MotoGP dan di tim utama Repsol Honda, menjadi kepuasan tersendiri bagi pembalap Amerika itu. Meski tak pernah menang seri hingga awal 2005, namun hegemoninya mulai terlihat. Ia langsung meraih predikat sebagai pembalap rookie terbaik di tahun pertama menggunakan Honda RC211V.

Hayden sempat beralih ke lain yaitu yaitu Ducati

Ia menjajal motor ini hingga mengamankan titel juara dunianya di tahun 2006. Namun perubahan regulasi di 2007, membuatnya tampil tak begitu kompetitif. Ia berpindah ke lain hati yaitu Ducati, pada tahun 2009. Motor ini juga tak mudah baginya, mengingat tenaga Ducati yang sangat besar. Tapi Ia beberapa kali mampu meraih hasil bagus dengan motor tersebut, termasuk saat bersama rekan setimnya, Valentino Rossi.

Saat memperkuat tim Aspar Honda di kategori Open Class

Saat regulasi Open Class di MotoGP mulai diberlakukan, Ia direkrut tim Aspar MotoGP dengan kesepakatan bersama antara Honda Racing Corporation dengan tim tersebut. Speknya yang memang berada di bawah spek motor tim pabrikan, membuatnya sulit melakukan penetrasi lebih jauh.

Hayden kembali balapan di atas Honda CBR1000RR

Hayden kembali ke ajang Superbike tapi di kelas dunia. Kali ini Ia bernaung di bawah tim utama Honda. Ia menggunakan motor Honda CBR1000RR yang sudah dikembangkan secara khusus untuk tahun ini. Sayangnya, tahun ini Ia tak mampu meraih hasil bagus.

Di antara jeda event usai balapan di WSBK Italia, Ia menggunakan waktunya untuk melatih vitalitas fisiknya dengan bersepeda. Namun nasib malang yang Ia derita, justru mengantarkannya ke penghujung usianya tepat pada Senin pukul 19.09 waktu Italia.


(UDA)