Industri Otomotif

Motor Matik, Dulu Dicemooh Kini Dipuja

Ainto Harry Budiawan    •    Kamis, 17 Aug 2017 15:53 WIB
industri otomotifkerja bersama
Motor Matik, Dulu Dicemooh Kini Dipuja
Honda BeAT kini hadir dalam berbagai versi dan mendominasi pasar motor nasional. Dok. MTVN

Metrotvnews.com, Jakarta: Saat ini motor bertansmisi otomatis mendominasi pasar roda dua nasional. Berdasarkan data Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI), motor matik ini mendominasi pasar hingga lebih dari 80 persen.

Bisa dibilang motor bertransmisi otomatis ini dulu cenderung dicemooh. Mengingat konsumsi bahan bakarnya yang cenderung boros, tidak bertenaga dan imejnya yang diperuntukkan bagi pengendara perempuan. Namun kini kondisinya berbalik 180 derajat, bahkan mayoritas tulang punggung penjualan motor nasional ada di segmen ini.

Booming motor matik terjadi pada medio 2000-an, namun jika dirunut ke belakang, adalah Vespa Corsa 125 motor matik pertama di Indonesia yang muncul tahun 1984 yang diluncurkan PT Dan Motor Indonesia. Motor ini bermesin 2-tak.

Kymco menyusul dengan Jetmatic-nya, sementara pabrikan Jepang seperti Yamaha, baru memulai riset motor matik dengan menghadirkan motor matik CBU yakni Majesty 125 dan Glide 100. Dua tahun kemudian hadir Nouvo generasi pertama yang dikenal dengan sebutan Nouvo Lele.

"Saat itu pasar bebek sangat dominan, Nouvo hadir sebagai motor peralihan dengan kombinasi motor bebek dan matik. Dimensi besar, pelek 16 inci, bagasi luas dengan bintang iklan Michael Owen saat itu memasukkan bola kedalam bagasinya," kata M. Abidin, GM Aftersales & Public Relation PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing.

Lalu 2003 munculkan Mio generasi pertama, yang dikhususkan untuk wanita, sangat segmented. "Karena persentase pengendara wanita sangat rendah kala itu, motor ini juga dikritisi karena ban ukuran kecil, suspensi cuma sebelah, nyeleneh," lanjut Abidin.

Namun lewat Mio dan Tessa Kaunang yang jadi bintang iklannya, Yamaha berhasil melejitkan pasar Mio. "Tak hanya wanita, pria juga ikut suka lalu hadirlah Mio Sporty," kata pria yang lebih dari 20 tahun bekerja di Yamaha ini.

Disini Yamaha sukses besar dengan menikmati penjualan Mio. Tahun 2006 Honda sebagai kompetitor mereka akhirnya merilis Vario 110, matik pertama mereka. Kala itu Agnes Monica jadi bintang iklannya.

"Motor ini dikembangkan untuk pasar ASEAN, diriset seseuai kebutuhan dari negara tujuan seperti Indonesia, Thailand dan beberapa negara ASEAN lain yang berkontribusi, masing-masing suara tiap negara didengarkan tim R&D Honda," sambung Sarwono Edhi, New Product Service PT Astra Honda Motor (AHM).

Honda semakin memperluas pasar matiknya dengan merilis Vario Techno, juga bermesin 110cc. Disusul kehadiran BeAT pada 2008, sebagai skutik yang disiapkan sebagai pesaing dari Yamaha Mio.

Lewat BeAT inilah Honda terus mempebesar pasar matik, hingga mampu menggeser Yamaha sebagai penguasa motor matik. Segmen ini pun terus berkembang dan mengalahkan penjualan motor bebek, yang dulu menjadi primadona masyarakat Indonesia.

Masa depan motor matik di Indonesia pun makin membesar. Kemudahan, kepraktisan yang ditawarkan memanjakan konsumen. "Malah banyak moge yang sudah matik juga, seperti Honda Africa Twin dan NM4 Vultus," jelas Edhi lagi.

Abidin juga mengakui hal itu, pasar motor matik masih sangat cerah. "Pasarnya pun tak hanya motor matik kecil, tapi juga premium seperti Xmax 250 yang sampai saat ini kita kewalahan memenuhi permintaan lokal dan global," katanya.

Kini tercatat Honda, Yamaha dan Suzuki bermain disegmen motor matik. Di luar itu ada TVS, Kymco yang mulai kembali eksis, lalu SYM, Piaggio dan Vespa, Peugeot Scooter, hingga pemain lokal macam Viar, APP KTM dan banyak lagi.

Ya, motor matik yang diawal kehadirannya sempat tak diterima karena aneh, ukuran ban 14 inci yang dianggap kecil, kini merajai jalanan-jalanan Indonesia. Tak hanya kota-kota besar, tapi juga kota kecil dan pedesaan.


(UDA)