Teknologi Otomotif

Bosch Desak Pemerintah Tetapkan Regulasi untuk Rem ABS

Ekawan Raharja    •    Rabu, 14 Nov 2018 15:01 WIB
teknologi otomotifbosch
Bosch Desak Pemerintah Tetapkan Regulasi untuk Rem ABS
Teknologi ABS ternyata efektif untuk mengurangi angka kecelakan di jalan raya. Bosch

Karawang: Beberapa negara saat ini, seperti India atau Taiwan, sudah mewajibkan penggunaan fitur anti-lock braking system (ABS). Bosch menyambut jika regulasi serupa bisa diterapkan juga di Indonesia.

Managing Director Bosch Indonesia, Andrew Powell, menjelaskan mereka sudah memproduksi ABS sejak puluhan tahun silam. Efeknya pun sudah terasa dan dapat mengurangi angka kecelakaan secara signifikan.

Perusahaan asal Jerman ini juga sudah memaparkan kepada pemerintah mengenai efek dan pentingnya ABS untuk sepeda motor. Tetapi untuk penerapan regulasi mewajibkan ABS untuk sepeda motor tetap wewenang pemerintah.

"Kami sudah menemui berbagai pihak, kami mendiskusikan kegunaan dan fungsi dari ABS. Jadi regulasi itu peranan pemerintah, Bosch tidak ikut campur," sambut Andrew di sela-sela ASEAN NCAP Vehicle Safety Course di Karawang, Jawa Barat, Selasa (13/11/2018).

Central Sales Manager divisi Original Equipment Bosch Indonesia, Bernard Simanjuntak, menambahkan mereka sudah memberikan laporan kepada pemerintah mengenai efek dan pentingnya ABS. Bahkan mereka sudah mengajak sejumlah instansi pemerintah berkunjung ke Jerman untuk melihat secara langsung uji coba ABS dan proses pembuatannya.

"Kami sudah menemui pabrikan, Kemenhub, Bappenas, Kemenperin, sekitar 2016 lalu. Dan kami sudah pernah bawa mereka ke Jerman tahun ini untuk melihat tes ABS dan ke pabrik Bosch," tuturnya dikesempatan yang sama.

Andrew juga menambahkan kalau Bosch hanya fokus menyediakan teknologi keamanan, khususnya untuk ABS. Sehingga teknologi yang digunakan harapkan bisa mengurangi angka kecelakaan di jalan raya.

"Kami menyediakan teknologi, masalah akan jadi regulasi apa tidak itu di tangan pemerintah," pungkasnya.


(UDA)