Tips Knowledge

Terlalu Keras, Rantai Motor Bisa Terkunci dan Putus

M. Bagus Rachmanto    •    Senin, 26 Mar 2018 07:26 WIB
tips knowledge
Terlalu Keras, Rantai Motor Bisa Terkunci dan Putus
Rantai terkunci tidak bisa bergerak bisa disebabkan karena jarak kerenggangan rantai yang terlalu dekat. DeviantArt

Jakarta: Rantai merupakan salah satu komponen penting di sepeda motor, baik untuk tipe cub/bebek dan tipe sport. Jika komponen ini diabaikan, bisa-bisa rantai terkunci atau putus ketika sedang berjalan. Kalau itu terjadi, bukan tak mungkin akan terjadi kecelakaan dan bisa-bisa nyawa taruhannya.

Arif, mekanik di Speed Motor, menjelaskan salah satu bahaya rantai yang tidak diperhatikan adalah rantai yang terkunci atau putus. Penyebab utamanya rantai terkunci adalah jarak kerenggangan rantai. Terlalu kendur sehingga rantai keluar dari jalurnya saat berkendara.

"Rantai terkunci karena lepas dari jalur gear-nya dan tersangkut ke bagian lain. Rantai tidak bergerak dan roda pun berhenti. Bahaya kalau sudah seperti itu kondisinya," jelas Arif saat ditemui Medcom.id, dibilangan Pondok Gede Bekasi, beberapa waktu lalu.

Mengantisipasi kondisi tersebut, pria berperawakan kurus tersebut menganjurkan untuk rutin mengatur jarak kerenggangan rantai setiap bulan. Bahkan setiap minggu sebisa mungkin rantai rutin diberikan pelumas agar dapat bekerja dengan baik dan mengurangi resiko aus.

Terlebih jika motor akan digunakan untuk perjalanan jauh, lebih baik motor diservis terlebih dahulu. Tentu saja ini untuk menunjang perjalanan agar aman dan nyaman.

"Jarak kerenggangan rantai sudah di atur di buku manual kendaraan. Juga sudah terdapat sticker dekat rantai motor. Jadi tidak perlu bingung ketika ingin mengatur tingkat kerenggangan rantai," ujarnya.


(UDA)