Kendaraan Militer

Kettenkrad, 'Tank' Tercepat dari PD II

Ekawan Raharja    •    Selasa, 23 May 2017 08:23 WIB
opel-vauxhall astra
Kettenkrad, 'Tank' Tercepat dari PD II
SdKfz 2 alias Kettenkrad dalam kondisi utuh sangat sulit ditemukan. silodrome

Metrotvnews.com: Di sepertiga akhir film "Saving Pivate Ryan" dikisahkan strategi kompi yang dipimpin Kapten John Miller (Tom Hanks) menahan laju pasukan Nazi-Jerman. Misi awal menyelamatkan Pratu James Francis Ryan (Matt Damon) dari medan perang, tiba-tiba berubah jadi bertempur mempertahankan kota dari serangan.

Ada bagian ketika harus memancing pasukan Nazi melewati lorong sempit kota yang telah dikepung sniper. Kapten John Miller  memerintahkan dua anak buahnya ngebut dengan sepeda motor beroda rantai ke hadapan musuh lalu cepat berbalik menuju lorong itu. Tak disangka yang datang menjawab pancingan adalah tank anti peluru.

Seperti senjata tempur inovatif lain pada PD II, sepeda motor beroda rantai berkapasitas tiga tentara itu dibuat oleh Jerman. Patroli pasukan gerak cepat Nazi menggunakannya sebagai kendaraan serbu di medan Eropa Timur yang berlumpur tebal dan mengintai musuh di gurun-gurun pasir Afrika Utara.



Jerman menamainya SdKfz 2 alias Kettenkrad. Kettenkrad dirancang dan dibangun untuk menjawab kebutuhan kendaraan tempur ringan yang praktis tapi taktis. Cukup kecil agar bisa diterbangkan dalam jumlah banyak sekaligus dengan pesawat terbang. Meski demikian harus mampu dipersenjatai senapan mesin dan cukup kuat untuk menarik kereta meriam ringan.

Kettenkrad menggunakan mesin empat silinder 1478 cc berpendingin air yang dicomot dari Opel Olympia. Mesin yang sama digunakan kendaraan tempur ringan lain militer Jerman. Cara cerdas demi memudahkan pelatihan mekanik dan menyederhanakan penyediaan onderdil di medan tempur.



Transmisinya enam percepatan masing-masing tiga di tangan dan tiga di kaki. Punya final gear extra low yang sangat berguna untuk mendaki bukit kecil dan keluar dari jebakan pasir lembut. Total tenaganya 36 daya kuda dengan kecepatan maksimal cuma 50 kilometer per jam. Terlalu lamban dan berat untuk ukuran sepeda motor, tapi jauh lebih lincah dan ringan bila dibanding kendaraan tempur lain dalam PD II.

Pertanyaan paling banyak ditanyakan tentang Kettenkrad adalah kemudi dengan suspensi springer yang sekilas tampak tidak efektif untuk berbelok, terutama di tikungan tajam. Memang benar radius putarnya lumayan lebar, tetapi roda depan itu yang menjadi kunci memotong jalur air ketika membebaskan diri dari jebakan lumpur.



Sesuai traktat yang menandai berakhirnya PD II, Jerman harus menghentikan semua produksi kendaraan tempur dan senjata pemusnah massal. Seluruh dokumen hasil riset militer, diserahkan ke pihak sekutu. Hampir semua berakhir tanpa pengembangan lebih lanjut, termasuk Kettenkrad yang banyak hancur di medan tempur.

Pada saat produksinya dihentikan pada 1944 ada 8.345 unit Kettenkrad yang telah dibangun. Setelah PD II berakhir, unit-unit yang selamat dari kehancuran dan tidak seberapa jumlahnya dialihkan penggunaannya dari militer kepada Polisi Kehutanan Jerman sebagai kendaraan patroli yang handal.



Kettenkrad di dalam foto artikel ini adalah milik seorang kolektor di Belgia. Proyek restorasinya hingga dapat kembali berfungsi normal berlangsung sejak 2011 hingga 2015. Memakan waktu selama itu karena harus membangun ulang mesin terutama gearbox, diferensial dan final gear kembali seperti aslinya. Hanya sistem kelistrikan yang harus baru sama sekali.

 
(LHE)