Sirkuit Balap Dunia

Bangun Sirkuit, Wajib Pikirkan Industri Utamanya

Ahmad Garuda    •    Senin, 02 Oct 2017 16:58 WIB
balap motor
Bangun Sirkuit, Wajib Pikirkan Industri Utamanya
Pemerintah seharusnya memikirkan industri balap ini posisinya di mana, sebelum memutuskan sebagai pembalap. Alex Noordin

Metrotvnews.com, Jakarta: Banyak pembicaraan mengenai pembangunan sirkuit bertarap internasional yang sudah digembar-gemborkan potensinya besar di Indonesia. Faktanya, hingga saat ini semua hasrat tersebut tak kunjung tercapai. Sehingga bisa dibilang pembangunan sirkuit tetap mandek dan tak menemui titik terang.

Salah satu yang menjadi kendala adalah ketika pemerintah ingin menggandeng daerah tertentu yang punya dana dan investor untuk membangun fasilitas sirkuit. Kebanyakan berada di luar Pulau Jawa dan cenderung ditempatkan di lokasi yang tempatnya seperti jauh dari peradaban.

Fakta ini ditanggapi dengan cukup serius oleh orangtua Ali Adriansyah Rusmiputro sebagai pembalap nasional yang berlaga di ajang World Supersport 300, Erin Rusmiputro. Ia menegaskan bahwa seharusnya membangun sirkuit, wajib memperhatikan industri yang memang menggunakan fasilitas itu.

"Beberapa wacana pembangunan sirkuit malah diperkuat di beberapa daerah . Tujuannya kalau tidak salah untuk mengangkat wisatawan dan memperkenalkan potensi daerah yang bersangkutan. Itu sebenarnya tidak salah. Tapi apakah kalau sudah jadi nanti bakal ramai? belum tentu. Mengingat industri balap nasional masih terpusat di Jawa," klaim Erin.

Contoh paling gampang dicerna adalah seperti ini, lanjut Erin. Misalnya sebuah tim yang ingin melakukan riset motor dan sebagainya untuk kepentingan balapan, pastinya mereka bakal melakukan itu di sarana dan fasilitas terdekat.

"Kita bisa melihat, industri balap nasional masih terpusat di Pulau Jawa. Kalau mau bikin sarana dengan standar dunia, ya tentunya lebih realistis jika dibangun di lokasi yang jaraknya tidak jauh dari peradaban balap itu sendiri."
"Misalnya kalau bangun sirkuitnya di Lombok, rasanya takkan mungkin tim-tim balap yang mayoritas di Jawa melakukan latihan privat di sana. mungkin sirkuitnya juga tidak akan ramai kegiatan balap. paling di saat-saat tertentu saja. Sementara sirkuit kan juga butuh pendapatan, perawatan dan pembayaran petugasnya."

Erin meambahkan bahwa banyak industri yang akan hidup jika memang ada sirkuit standar dunia di Indonesia. Mengingat beberapa ajang balap dunia, memang sudah mulai melihat bahwa Indonesia jumlah penonton balapnya lumayan tinggi.


(UDA)