Dugaan Kartel Harga Skutik

AISI Anggap, Harga Motor Naik 3 Kali Setahun Masih Wajar

Ekawan Raharja    •    Kamis, 08 Sep 2016 16:04 WIB
kartel harga motor
AISI Anggap, Harga Motor Naik 3 Kali Setahun Masih Wajar
Kenaikan harga motor hingga 3 kali dalam setahun, dianggap wajar oleh AISI. MTVN/Ahmad Garuda

Metrotvnews.com, Jakarta: Komisi Pengawasan Persaingan Usaha (KPPU) menduga Honda dan Yamaha melakukan kartel harga untuk skuter matik (skutik) 110-125 cc. Kenaikan harga yang mencapai 3 kali selama 2014 dianggap menjadi indikasi keduanya melakukan kartel.

Namun Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI) menilai kenaikan harga sebanyak tiga kali dalam setahun ini, wajar. Langkah ini dianggap sebagai bentuk strategi marketing masing-masing produsen motor.

"Di awal, mereka sudah menghitung kenaikannya. Kalau langsung dinaikkan secara penuh, maka pasar bisa rusak. Makanya kenaikan dilakukan secara bertahap," ujar Ketua Umum AISI, Gunadi Sindhuwinata, Kamis (8/9/2016) di Pulau Dua, Senayan, Jakarta.

Pria yang sudah 30 tahun lebih bergabung di AISI tersebut, menilai para produsen tidak bisa menaikan harga secara gegabah. Mereka pun harus melihat kondisi kompetitor agar mereka tidak mati di pasar.

"Kenaikan tentu dialami semua pemain, namun ini tergantung marketing agent mereka memantau pemain lain," lanjutnya.

Sebelumnya tim investigator KPPU mencurigai kenaikan harga jual mencapai tiga kali dalam setahun, tidaklah wajar. Mereka menilai seharusnya pabrikan hanya menaikan harga sekali atau dua kali dalam setahun.

"Selama 2014 ada kenaikan sebanyak tiga kali, mencapai Rp400 ribu hingga Rp600 ribu. Harga jual pabrik yang kita curigai," ujar anggota tim investigator KPPU, Helmi Nurjamil di Kantor KPPU Jakarta Pusat.

Anggapan ini berdasarkan perhitungan production cost seperti upah pekerja yang hanya naik sekali dan nilai tukar rupiah terhadap mata uang asing. "Untuk perusahaan sebesar Honda dan Yamaha tentu saja mereka bisa menganalisa kondisi Rupiah, sehingga mereka sudah bisa mengantisipasinya," ujar Helmi di sela-sela rehat sidang.

Helmi melanjutkan bahwa Honda dan Yamaha merupakan dua penguasa pasar sepeda motor terbesar di Indonesia. Jika Honda dan Yamaha bersama-sama menaikan harga jual, maka efeknya masyarakat akan menganggap bahwa kenaikan itu wajar.

"Kamu berpendapat ada indikasi, ini masuk dalam permainan. Ini sengaja dinaikan. Ketika pasar terkonsentrasi pola motor naik, maka mereka akan berpikir bahwa wajar naik. Namun apakah betul kenaikan itu wajar," terang Helmi.
(UDA)