Motor Bekas

Beli Motor Seken, Wajib Cek 5 Hal Berikut

M. Bagus Rachmanto    •    Kamis, 07 Sep 2017 19:13 WIB
motor bekas
Beli Motor Seken, Wajib Cek 5 Hal Berikut
Membeli motor bekas harus dicermati dengan seksama. MTVN/A Harry Budiawan

Metrotvnews.com, Jakarta: Membeli sepeda motor bekas (motkas) atau seken untuk harian perlu pertimbangan khusus dan ketelitian. Jangan sampai menyesal kemudian hari karena kondisi sepeda motor yang Anda beli tidak sesuai yang diharapkan.

Tentunya ada bagian-bagian dari sepeda motor yang harus diperiksa seksama jika ingin menebus motkas. Kalau bisa mendapat unit yang masih segar, tentu akan lebih baik karena biaya yang dikeluarkan untuk servis akan lebih sedikit.

Heri Prasetyawan dari Jaw's Speed memberikan tipsnya untuk menentukan kondisi motor bekas (motkas) incaran Anda. Pertama cek kondisi fisik motor, seperti kondisi bodi, cat dan striping motor. "Kalau sering di parkiran umum pasti akan ada baret-baret," kata Heri saat berbincang dengan Metrotvnews.com, di Jakarta, beberapa waktu lalu.

Hal kedua adalah cek kondisi mesin, perhatian jika ada asap yang keluar dari knalpot. "Untuk motor 4 tak, cek knalpot kalau ada noda oli berarti mesin sudah tidak sehat, oli sudah masuk ruang pembakaran. Harus servis besar," sarannya.

Lalu pengecekan ketiga adalah cek fungsi panel seperti lampu utama, lampu rem, lampu senja, lampu sein serta indikator-indikator yang terdapat pada spidometer. Kalau perlu lakukan tes jalan untuk mengetahui kondisi kopling, rantai, hingga CVT (motor skutik).

Hal lain yang menjadi bagian keempat adalah pengecekan kelurusan sasis motor incaran. Caranya dengan pasang standar tengah, dan luruskan setang. Jika posisi ban depan dan belakang tidak sejajar dilihat dari belakang, artinya motor pernah tabrakan parah. "Bisa juga lihat dari setang dan roda depan tidak lurus," sambungnya.

Pengecekan terakhir atau kelima wajib dilakukan, yaitu memastikan kelengkapan dan keabsahan surat-surat kendaraan. Mulai dari BPKB, STNK, buku panduan, hingga buku servis jika masih ada. Kemudian tentukan cara pembayaran yang ingin Anda pakai, cash atau kredit melalui lembaga pembiayaan terpercaya.


(UDA)