Klub dan Komunitas

SSFC Depok Getol Kampanye Aman Berkendara

Ahmad Garuda    •    Jumat, 08 Dec 2017 18:25 WIB
klub motor
SSFC Depok Getol Kampanye Aman Berkendara
Memprihatinkan, siswa sekolah yang belum layak mendapatkan SIM sudah berani naik motor ke sekolah. ANTARA FOTO-Destyan Sujarwoko

Depok: Tanam perilaku aman berkendara di kalangan pelajar, perempuan hingga mereka yang biasa beraktifitas menggunakan jalan raya, bukan hal gampang. Tapi komunitas otomotif rupanya sudah mulai sadar akan pentingnya perilaku ini.

Salah satu pejuang safety riding Indonesia, Edo Rusyanto mengatakan, pelanggaran lalu lintas diawali dengan hal yang kecil. Karena minimnya pemahaman, lalu adanya pembiaran, ditambah aparat tak kuat dalam penegakan hingga penindakan. Masalah ini pun menjadi gelombang yang besar.

Melihat disiplin di jalan raya, Indonesia kini berada dalam zona darurat safety riding. Penegakkan disiplin harus kembali diteguhkan. Rumah menjadi area pertama yang efektif untuk memberikan pelajaran ini. Perempuan memiliki andil besar. Nenek, ibu, bibi, kakak. Dari dirinyalah pembelajaran berawal. Etika, kesopanan, hingga pemahaman keselamatan di jalan bisa mereka ajarkan sejak dini untuk anak, adik, keponakan, bahkan cucu mereka.

Berangkat dari kegundahan ini, bikers dari Suzuki Satria F150 Club (SSFC) Depok menjadikan perempuan sebagai audiens, sasaran kampaye safety riding dalam implementasi kegiatan Safety Campaign Award (SCA) 2017. SSFC terpilih sebagai 10 finalis dengan program terbaik dengan tema “Pengendara di Bawah Umur dan Sosialisasi Layanan Gawat Darurat 119”.

“Perempuan harus dijadikan tiang pertama, influencer dalam memberikan pendidikan safety riding dalam keluarga dan lingkungan mereka,” ujar Herry Bontot SSFC #666 anggota SSFC Depok, dalam seminar safety riding bersama organisasi Komunitas Perempuan Peduli Depok (KPPD) di Gedung Aisyiyah Kota Depok, Sabtu (25/11/2017).

Dihadiri seratusan anggota KPPD dan Gabungan Organisasi Wanita Kota depok serta, acara ini juga disaksikan Ipda Purwanto Kasubnit Dikyasa Satlantas Polres Depok serta Ketua KPPD Inawati serta Ketua SSFC Depok Hendy Ambriansyah dan Wakil Ketua Ichwan.s.

Acara semakin kental dengan sesi sharing tentang masalah keselamatan di jalan bersama Yogie Baskoro selaku instruktur Safety Riding Suzuki Indonesia, Ipda Purwanto dari Satlantas Polres Depok dan juga dihadiri oleh pejabat pemerintah setempat dari pihak kelurahan & kecamatan beji timur yang sangat mendukung kegiatan ini.

Ketua panitia acara, Ichwan. S mengatakan bahwa mereka telah melakukan survei di dua sekolah pertama atas di Depok. Terlihat penggunaan kendaraan untuk sekolah oleh siswa yang tak memiliki SIM sudah sangat tinggi. Lebih dari setengah jumlah siswa di sebuah menggunakan sepeda motor untuk sekolah. “Ironis sekali padahal menaiki sepeda motor tanpa SIM merupakan pelanggaran. Pemahaman siswa terhadap safety riding juga minim,” ungkapnya.

Pada akhirnya peserta seminar sepakat untuk tidak membiar anak-anak berkendara sebelum berusia 17 tahun. Selalu usahakan antar anak untuk pergi ke sekolah jika menggunakan kendaraan. Selanjutnya tanamkan kesadaran akan keselamatan berkendara pada anak.

“Kami juga berusaha memviralkan tentang layanan 119, nomor penting yang pertama kali dapat dihubungi saat terjadi kecelakaan, kami merasa sangat senang apabila (hal ini) dapat bermanfaat bagi khalayak ramai,” ujar Herry Bontot.


(UDA)