Produk Aftermarket

Zeneos Milano, Alternatif Ban Gambot Untuk Yamaha Nmax

Ainto Harry Budiawan    •    Selasa, 06 Jun 2017 13:36 WIB
yamaha
Zeneos Milano, Alternatif Ban Gambot Untuk Yamaha Nmax
Impresi pertama Zeneos Milano lebih empuk dan lebih lengket dengan aspal. MTVN/ A. Harry Budiawan

Metrotvnews.com, Jakarta: Populasi Yamaha Nmax yang terus bertambah, membuat banyak produsen komponen aftermarket menciptakan produk khusus untuk skutik 155cc tersebut. Salah satunya adalah PT Gajah Tunggal Tbk (GT), yang merilis ban Zeneos Milano.

Nama Zeneos Milano bukanlah produk baru, karena sudah ada untuk ring pelek 12 inci dan 14 inci. Namun ban ini baru untuk Nmax, karena harus membuat untuk lingkar pelek 13 inci.

Dipasaran kebanyakan ban aftermarket untuk Nmax diisi merek-merek import. Sedangkan untuk merek lokal baru ada Swallow, dan Zeneos Milano ini. Tentunya menambah opsi bagi pemilik Nmax yang ingin mengganti ban motornya.

"Ban ini adalah pilihan lain untuk pengguna Yamaha Nmax yang ingin tampil beda. Ban ini kami tawarkan dengan harga sedikit lebih mahal dari produk OEM tapi lebih murah dari barang-barang impor yang ada di pasaran," kata Dodiyanto, Marketing Product Development GT.

Kami pun mendapat kesempatan untuk menjajal produk tersebut. Ukuran yang kami gunakan yakni 120/70-13 dan 140/70-13. Untuk ban belakangnya ada ukuran lain yakni 150/70-13. Ukuran ban yang ditawarkan lebih besar dari standar yakni 110/70-13 dan 130/70-13.

Kesan pertama setelah ban terpasang adalah ban ini terasa lebih empuk dan tebal. Karakter suspensi Nmax yang kaku, sedikit terbantu dengan ban yang lebih tebal. Ketinggian motor juga bertambah, tapi tak terlalu signifikan.

Kami melakukan pengujian hingga jarak lebih dari 1.000 kilometer, dengan penggunaan harian. Jangka waktu yang lebih lama karena kami yakin perlu ada penyesuaian terhadap karakter ban, dan lapisan lilin pada ban baru sudah hilang.

Menggunakan ban dengan ukuran lebih lebar, menambah rasa percaya diri melibas tikungan. Dengan bahu ban yang lebih lebar, melibas tikungan lebih rebah mudah dilakukan tanpa rasa takut tergelincir.

Tapi karena permukaan ban yang nempel aspal lebih besar bidangnya, otomatis akselerasi skutik ini agak berkurang sedikit. Tak hanya Zeneos Milano, tapi ini sudah konsekuensi dari penggunaan ban dengan ukuran lebih lebar.

Bentuk tapak ban yang agak kasar tak mempengaruhi feeling saat menikung tajam. Justru efek positif lainnya adalah, ban ini bisa memberikan traksi maksimal pada jalan non aspal karena permukaannya yang kasar.

"Pattern Zeneos Milano dibuat khusus untuk motor skuter yang berdiameter 14 ke bawah. Pattern model ini tidak cocok buat motor bebek atau sport karena momen puntir lebih lama dibandingkan skuter," ujar Dodi lagi.

Kami juga beruntung bertemu hujan dimusim kemarau seperti ini, sehingga bisa merasakan kemampuan ban ini dalam kondisi kering dan basah. Jika pada ban bawaan sering mengalami spin dan hilang traksi saat mengerem atau berakselerasi mendadak, gejala ini tak kami temui pada Milano.

Lainnya, jika menggunakan suspensi belakang aftermarket dengan diameter ulir per lebih besar, jarak per dengan ban tipis. Tentunya dengan pakai ban belakang ukuran 150/70-13, jarak antar komponen ini akan lebih tipis meski tak sampai bergesekan.

Kemudian untuk Anda yang menggunakan mud flap tambahan (sambungan) pada sepakbor depan, maka ban akan bergesekan dengan mud flap tersebut dan baut pengikatnya. Solusinya lepas mud flap atau mengganti dengan sepakbor aftermarket dengan bagian belakang lebih panjang.



(UDA)