Motor Listrik

AISI Desak Pemerintah Godok Regulasi Lengkap EV

Ahmad Garuda    •    Selasa, 14 Nov 2017 07:27 WIB
motor listrik
AISI Desak Pemerintah Godok Regulasi Lengkap EV
Beberapa motor listrik dari produsen besar sepeda motor nasional, sudah memberikan uji coba berkendara motor listrik. Tak terkecuali, GESITS, Yamaha, Zero dan Viar. MTVN/Ahmad Garuda

Jakarta: Industri otomotif nasional mulai bergerak ke arah kendaraan listrik atau electric vehicle (EV) yang dianggap bisa jadi lompatan besar ketimbang harus mengejar Euro6 dan seterusnya. Namun pemerintah dianggap lamban merespon hal ini, padahal beberapa brand di tanah air, sudah konsisten bermain motor listrik secara global.

Tak ingin wacana ini hanya menggantung saja, Asosiasi Industri Sepedamotor Indonesia (AISI) memberi masukan kepada pemerintah agar benar-benar memperhatikan potensi berkembangnya kendaraan listrik. Yaitu dengan menyiapkan kebijakan komprehensif sehingga dapat melindungi konsumen dan masyarakat pengguna sepeda motor.

Sepeda motor listrik menjadi salah satu transportasi yang digadang-gadang akan menggantikan sepeda motor bermesin bensin. Hampir semua produsen motor miliki tipe motor ini, baik dalam bentuk prototipe bahkan ada yang sudah memproduksi massal dan memasarkan di beberapa negara di luar negeri.

Indonesia merupakan salah satu negara yang saat ini sedang menjajaki dan menyusun rencana untuk menuju era tersebut.

Ketua Umum AISI, Johannes Loman mengatakan para pelaku industri sepeda motor siap mendukung kebijakan pemerintah untuk memasuki era motor listrik. Oleh karena itu, produsen sepeda motor anggota AISI kini bekerja keras menyiapkan model motor listrik yang sesuai pasar Indonesia.

Tentunya yang dapat memenuhi kebutuhan masyarakat. Beberapa kebutuhan masyarakat terkait motor listrik antara lain harga yang terjangkau, jarak tempuh, waktu pengisian baterai, dan kemudahan mengisi kembali baterai.

“Kami sedang mengembangkan model motor listrik yang memiliki jarak tempuh lebih baik sehingga masyarakat tidak sering-sering mengisi ulang baterai. Harga juga merupakan isu penting. Karena saat ini harga motor listrik relatif mahal. Kami ingin memberikan yang terbaik dengan mengembangkan produk-produk yang sesuai standar internasional yang menekankan pentingnya unsur safety,” kata Johannes Loman melalui keterangan resminya.

Agar dapat memberikan produk terbaik dan aman buat masyarakat, Loman menambahkan, pemerintah diharapkan dapat mengatur secara detail regulasi terkait kualitas, suku cadang dan keamanan motor listrik ini bagi konsumen.

Jika tidak diatur dan diserahkan begitu saja kepada mekanisme pasar, dikhawatirkan konsumen yang akan menjadi korban jika suatu saat ada produk motor listrik yang berkualitas rendah beredar di pasar.

Selain itu, faktor pasokan dan pengelolahan baterai juga menjadi perhatian utama para produsen motor di Indonesia. Belum adanya skema kebijakan yang mengatur sisi hilir industri motor listrik, terutama pengelolahan limbah baterai dikhawatirkan bakal menimbulkan masalah lingkungan baru di kemudian hari.

“Kami tidak ingin niat baik untuk memberikan produk ramah lingkungan dan efisiensi bahan bakar malah menimbulkan masalah baru bagi masyarakat. Di antaranya tercipta karena unsur safety yang terabaikan dan dampak lingkungan akibat limbah baterai yang tidak diantisipasi sejak dini.”

Terakhir, Loman ingin hadirnya motor listrik ini berpotensi mengubah tatanan atau peta pelaku indutri otomotif. Lantaran banyak industri pendukung yang bakal terkena dampak jika pasar motor listrik nanti tumbuh pesat. “Saya kira perlu dilakukan kajian potensi dampak yang timbul di industri yang saat ini sedang berjalan jika EV diberlakukan.”


(UDA)