Recall Motor

Recall Harley-Davidson juga Termasuk di Indonesia

Ekawan Raharja    •    Senin, 12 Jun 2017 12:33 WIB
harley-davidson
<i>Recall</i> Harley-Davidson juga Termasuk di Indonesia
Harley-Davidson Road Glide Special. Harley-Davidson

Metrotvnews.com, Jakarta: Harley-Davidson baru-baru ini mengumumkan recall untuk 46 ribu sepeda motor untuk sepeda motor model touring model year 2017. Mereka mengumumkan seluruh dealer Harley-Davidson di seluruh negara untuk memanggil semua sepeda motor yang terkena recall, termasuk dealer Anak Elang Harley-Davidson of Jakarta.

Dealer sepeda motor asal Amerika Serikat ini sudah melakukan instruksi yang diperintahkan oleh Harley-Davidson Motor Company (HDMC). Mereka pun mengakui di Indonesia ada sepeda motor yang termasuk program recall.

"Itu (recall) sudah kami lakukan. Jadi konsumen yang baru beli sepeda motor model year 2017 ada dua orang. Sudah kita ambil dan kita perbaiki," ucap CEO Anak Elang Harley-Davidson of Jakarta, Sahat Manalu, di Kelapa Gading Jakarta.

Pria energik ini juga menjelaskan bahwa recall yang dimaksud ini bukanlah masalah kecacatan komponen. Hanya saja proses pemasangan klem saluran oli tidak terpasang sempurna, hanya perlu dikencangkan.

"Ada kasus di Amerika Serikat klem saluran olinya lepas, mereka akhirnya melakukan recall. Padahal sepeda motor yang punya konsumen kita tidak ada masalah. Ini bukti Harley-Davidson sangat perhatian."

Dikutip dari Autoevolution, National Highway Traffic Safety Administration (NHTSA) mencatat ada permasalahan pada klem selang oli di sepeda motor Harley-Davidson jenis touring tidak terpasang dengan benar. Elang Amerika Serikat itu mengakui bahwa kesalahan ini terjadi saat perakitan berlangsung.

Program ini ditujukan untuk model-model touring seperti Electra Glide Ultra Classic, Police Electra Glide, Police Road King, Road King, Road King Special, Street Glide, Street Glide Special, Road Glide, dan Road Glide Special. Sepeda motor yang terkena program recall ini yang diproduksi mulai 2 juli 2016 hingga 9 Mei 2017.

Masalah ini awalnya sudah dideteksi mekanik saat melakukan dynamometer. Di suatu saat, selang oli bergesar sendirinya, dan dealer meminta pabrikan untuk melakukan investigasi.

Kemudian pada 13 April 2017, si elang Amerika Serikat menutup kasus karena tidak ada kasus serupa di lapangan. Sayangnya investigasi mereka meleset, seminggu kemudian Harley-Davidson mendapatkan laporan terjadi kecelakaan yang diakibatkan oli yang berceceran dan menyebabkan roda belakang kehilangan traksi.

Kasus ini pun akhirnya di buka lagi pada 20 April 2017 hingga 9 Mei 2017. Investigator melakukan penyelidikan terhadap pelanggan dan laporan garansi, bersamaan peninjauan ulang catatan di pabrik.

Akhirnya terungkap telah terjadi sembilan kecelakaan, termasuk dua di antaranya karena pemasangan selang oli yang tak sempurna. Untungnya korban kecelakaan hanya mengalami luka ringan.


(UDA)