Test Drive

Menjajal Motor Listrik Legal Pertama, Viar Q1

Ainto Harry Budiawan    •    Minggu, 18 Jun 2017 11:11 WIB
motor listrik
Menjajal Motor Listrik Legal Pertama, Viar Q1
Motor listrik berada ditromol roda, sehingga tanpa drive system macam rantai atau belt. MTVN/ A. Harry Budiawan

Metrotvnews.com, Jakarta: PT Triangle Motorindo (TM) pemegang merek motor Viar resmi merilis motor skuter listrik yakni Q1. Skuter listrik ini diklaim sebagai motor listrik pertama yang legal, karena dilengkapi dengan surat-surat resmi seperti Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK).

"Kehadiran Q1 merupakan inovasi baru yang dihadirkan untuk mendukung program pemerintah mengurangi dampak pemanasan global. Skuter listrik ini merupakan hasil pengembangan bersama Bosch dan Universitas Gadjah Mada (UGM)," kata Ignatius Kartiman, Presiden Direktur TM.

Kami pun sempat mencicipinya untuk merasakan seperti apa berkendara dengan skuter listrik ini. Skuter ini dilengkapi dengan kunci dengan remot dan alarm, Anda pun harus 'menghidupkan' dulu sistemnya baru bisa digunakan.

Tanpa perlu tekan tombol starter, tinggal pelintir tuas gas maka Q1 ini langsung bergerak maju. Pada area setang sebelah kanan, terdapat saklar Hi-Low (H L) warna merah, ini berfungsi untuk mengatur output tenaga.

Saat saklar diposisikan pada H, yang dirasakan putaran atas lebih bertenaga. Sebaliknya L untuk tarikan lebih spontan, namun untuk pemula disarankan langsung pakai H saja, supaya tidak kaget.

Hal ini disebabkan karena meski pakai tuas gas, nyatanya tak ada pengaturan untuk mengontrol seberapa besar output tenaganya. Layaknya mobil bom-bom car, sekali injak pegal maka mobil langsung bergerak dengan tenaga maksimal, begitu pula skuter listrik ini.

Soal handling sangat lincah dan ringan, maklum beratnya hanya 87,5 kilogram saja. Posisi duduk layaknya skutik entry level macam Honda BeAT, rendah dengan dek agak tinggi. O iya, rider berpostur 173 cm ya.

Dibalik skuter berdimensi panjang 1.680mm, lebar 690mm dan tinggi 1.220mm ini, tertanam baterai tipe lithium-ion 60 volt-20 Ah, yang mampu hasilkan daya 800 watt. Baterai ini mampu menggerakkan skuter sejauh 80 kilometer dengan kecepatan maksimal 60 km/jam.

Tenaga baterai itu disalurkan pada motor racikan Bosch yang tertanam pada hub (tromol) roda belakang. Menutupi area kosong, pada kedua sisi roda belakang diberi cover bodi agar lebih berisi.

Fitur menarik lainnya adalah panel instrumen yang menampilkan speedometer, sein kiri-kanan, odometer serta kondisi baterai. Sayang kalau siang hari tak terlalu terlihat jelas nih.

Untuk kaki-kaki, sok depan menggunakan teleskopik, dan belakang double swing. Ban depan belakang tubeless ukuran 90/90-10. Rem depan dan belakang menggunakan cakram. Soal harga jual cukup terjangkau, Rp16,2 juta saja.


(UDA)