Industri Otomotif

Kalah Saing, Penjualan Motor di Jepang Merosot

Ainto Harry Budiawan    •    Rabu, 23 Aug 2017 10:25 WIB
penjualan motor
Kalah Saing, Penjualan Motor di Jepang Merosot
Motor tipe moped paling terpukul penjualannya. Dok. MTVN

Metrotvnews.com: Jepang, negara yang dikenal sebagai tempat lahirnya merek-merek otomotif ternama, termasuk sepeda motor. Honda, Yamaha, Kawasaki dan Suzuki adalah nama besar produsen sepeda motor di dunia.

Sayangnya di sana penjualan motor saat ini justru terus merosot. Sepeda motor kalah saing dengan penjualan mobil mini atau kei car dan kendaraan mobilitas personal lainnya.

Dituliskan The Japan News, pasar motor domestik Jepang turun tajam. Mobil mini berharga murah dan sepeda listrik jadi penyebab. Kemudian pabrikan lebih menekankan produksi motor kelas menengah dan besar karena memberikan keuntungan lebih.

Laporan dari Japan Automobile Manufacturers Association (JAMA), penjualan motor tahun lalu hanya 338 ribu unit saja. Kalah jauh saat industri ini sedang jaya-jayanya tahun 1982, yang penjualannya mencapai 3,285 juta unit.

Motor tipe moped (moped) paling terpukul, selain persaingan sesama pabrikan, mereka juga bersaing dengan penjualan sepeda listrik yang harganya hanya setengah dari motor moped tadi. "Pasar moped sangat ketat sekarang," ujar Hiroyuki Yanagi, President of Yamaha Motor Corp.

Beberapa pabrikan melakukan observasi, mereka takut dengan harga mahal motor besar yang lima hingga enam kali lebih mahal dari moped, dan menyebabkan konsumen muda enggan membeli motor. Data dari JAMA, usia konsumen yang membeli motor rata-rata 53 tahun pada 2015.

Jika pasar moped dan motor besar kesulitan disana, lain halnya dengan motor sport 125-250cc. Pasar ini justru tumbuh dan berkembang, penjualannya naik 20 persen ketimbang tahun lalu.

"Jika kami mampu memberikan generasi muda dengan motor yang menyenangkan dan seperti yang mereka harapkan, mereka akan kembali pada kami," ujar Noriake Abe, Chief Officer of Honda’s Motorcycle Operations.


(UDA)