Industri Otomotif

Tata 'Hijrah' ke Bus Kota Listrik

M. Bagus Rachmanto    •    Rabu, 21 Jun 2017 07:23 WIB
mobil listrik
Tata 'Hijrah' ke Bus Kota Listrik
Tata Ultra Electric Bus. tatamotors/ibtimes.com

Metrotvnews.com: Rencana masa depan India untuk menekan polusi udara melalui proyek massif kendaraan listrik sudah dimulai. Unit bus listrik hasil produksi dalam negerinya ini sudah mulai diujicobakan di jalan-jalan kota Chandigarh yang sedang membangun smartcity.

Panjang bus listrik berwajah funky tersebut sekitar sembilan meter dengan kapasitas 31 tempat duduk untuk penumpang. Namanya adalah Ultra Electric Bus dan dibuat oleh Tata Motors bekerjasama dengan Chandigarh Transport Undertaking (CTU) dan Chandigarh Transport Department.

Hasil pengujian selama 15 hari dinilai cukup memuaskan. Ultra Electric Bus mampu menempuh jarak sejauh 160 kilometer untuk sekalian pengisian penuh baterainya. Bus berjalan dalam kondisi penuh penumpang dan melaju dengan kecepatan yang normal untuk ukuran dalam kota.

Tata Motors memperkenalkan Ultra Electric Bus untuk pertamakalinya pada India Auto Expo 2016. Paling mencolok dari bus yang juga ada versi dengan panjang 12 meter ini adalah penggunaan panel kaca extra lebar dan pintu tengah seperti bus TransJakarta  Namun tetap dengan ground clearance tinggi khas bus kota, sekitar 650 mm.

Kabin penumpang dan pengemudi dipisahkan panel. Pengemudi dapat memantau situasi di kabin penumpang melalui layar monitor CCTV. Bus juga dilengkapi dengan sistem Intelligence Transport Systems (ITS) berbasis GPS yang menyampaikan data posisinya kepada penumpang yang sedang dianggkut dan yang menunggu di halte berikutnya.

Selain bus listrik, Tata Motors juga mengembangkan bus kota bermesin ultra hybrid yang akan dioperasikan Pemkot Mumbai. Pada saat bersamaan Mahindra Group sedang mematangkan kerjasama dengan Tesla untuk mengembangkan kendaraan umum bermesin listrik.

Langkah 'hijrah' dua raksasa otomotif India dari mesin diesel ke listik dan hybrid itu tidak lepas dari visi pemerintahannya untuk mengurangi polusi udara dan dampaknya terhadap perubahan iklim. Berbeda dengan Tiongkok yang memberikan insentif bagi pengembang kendaraan listrik, India memilih melalukan elektrifikasi transportasi umum.

baca juga: India dalam Transformasi Industri Otomotif

Tidak hanya bus kota, tapi juga taxi dan bahkan becak bermotornya (bajaj). Kebijakan ini lebih sesuai dengan kondisi India yang memiliki populasi kendaraan umum lebih tinggi dibanding mobil pribadi. Kebetulan rata-rata berusia tua dan memang sudah waktunya diganti.

Di Indonesia nama Tata dikenal melalui armada bus kota yang dioperasikan Damri di Semarang, Bandung dan Surabaya pada akhir era '70-an hingga '90-an. Setelah lama menghilang, lima tahun lalu Tata mencoba kembali peruntungannya dengan memasarkan kendaraan niaga di Indonesia.
 


(LHE)